Poin Penting
- IHSG dibuka melemah 1,49 persen ke level 6.756,66 pada Rabu (13/5), seiring tekanan lanjutan dari pelemahan rupiah dan sentimen global
- Aktivitas perdagangan tercatat 650,30 juta saham dengan nilai transaksi Rp375,84 miliar, dengan 236 saham melemah, 129 menguat, dan 254 stagnan
- Tekanan IHSG diperkirakan berlanjut seiring sentimen negatif rebalancing MSCI yang lebih banyak menghapus saham Indonesia serta kekhawatiran koreksi menuju level 6.700.
Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada pembukaan hari ini Rabu, 13 Mei 2026 pukul 09:00 WIB dibuka merosot pada level 6.756,66 dari posisi 6.858,89 atau melemah 1,49 persen.
Berdasarkan statistik RTI Business pada perdagangan hari ini, sebanyak 650,30 juta saham diperdagangkan, dengan frekuensi perpindahan tangan sebanyak 55 ribu kali, serta total nilai transaksi mencapai Rp375,84 miliar.
Kemudian, tercatat terdapat 236 saham terkoreksi, 129 saham menguat dan 254 saham tetap tidak berubah.
Analis Phintraco Sekuritas, sebelumnya memprediksi bahwa IHSG pada hari ini secara teknikal berpotensi melemah dan menguji level 6.700.
Baca juga: Valuasi Saham Blue Chip Tertekan, Bos Danantara: Bangun Kepercayaan Investor jadi Kunci
“Diperkirakan IHSG berpotensi menguji level 6.700. Perlu diwaspadai koreksi lanjutan karena pengumuman MSCI dan menjelang libur long weekend,” ucap analis Phintraco dalam risetnya di Jakarta, 13 Mei 2026.
Diketahui, IHSG ditutup melemah ke posisi 6.858,90 atau turun 0,68 persen pada perdagangan kemarin (12/5). Pelemahan Rupiah pada level terendah baru serta antisipasi penurunan bobot oleh MSCI menjadi faktor negatif yang mendorong pelemahan IHSG.
Rupiah berlanjut melemah pada rekor terendah di Rp17.525 per USD. Sementara itu, sektor kesehatan mencatatkan koreksi terbesar 3,51 persen, sedangkan sektor bahan baku membukukan kenaikan terbesar 1,85 persen.
Baca juga: IHSG Diprediksi Melemah Imbas Pengumuman MSCI
Hasil Pengumuman MSCI
Lebih lanjut, pengumuman rebalancing indeks MSCI Mei 2026, ternyata lebih banyak saham yang dikeluarkan dari perkiraan pasar sebelumnya. Sehingga diperkirakan akan menjadi sentimen negatif dalam jangka pendek.
Dalam MSCI Global Standard Indexes tidak ada yang ditambahkan. Sedangkan yang dihapus adalah AMMN, BREN, TPIA, DSSA, CUAN dan AMRT.
Selanjutnya, dalam MSCI Small Cap Indexes, ditambahkan saham AMRT. Adapu yang dari indeks antara lain ANTM, AALI, BANK, BSDE, DSNG, SIDO, MIDI, MIKA, MSIN, TKIM, APIC, SSMS dan TAPG. (*)
Editor: Galih Pratama


