Poin Penting
- CGS memproyeksikan IHSG 13 Mei 2026 bergerak variatif cenderung melemah di rentang 6.660–7.055
- Tekanan datang dari MSCI, pelemahan Wall Street, rupiah, dan aksi jual asing, meski komoditas energi jadi penopang
- IHSG sebelumnya turun ke 6.858,89; CGS merekomendasikan saham seperti BBRI, BBNI, EXCL, UNVR, ELSA, dan MEDC.
Jakarta – CGS International Sekuritas Indonesia melihat pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) secara teknikal pada hari ini (13/5) diprediksi masih akan bergerak variatif cenderung melemah.
“IHSG diprediksi akan bergerak bervariasi cenderung melemah dengan kisaran support 6.660-6.760 dan resistance 6.960-7.055,” tulis analis CGS dalam risetnya di Jakarta, 13 Mei 2026.
Analis CGS menjelaskan ada sejumlah sentimen negatif yang memengaruhi pergerakan pasar. Salah satunya adalah hasil pengumuman Morgan Stanley Capital International. Lalu, melemahnya mayoritas indeks di bursa Wall Street, berlanjutnya tekanan terhadap rupiah, dan aksi jual investor asing diprediksi juga akan menjadi sentimen negatif di pasar.
Baca juga: Valuasi Saham Blue Chip Tertekan, Bos Danantara: Bangun Kepercayaan Investor jadi Kunci
Sementara itu, naiknya harga komoditas energi dan potensi adanya rotasi ke saham-saham berfundamental kokoh berpeluang menjadi katalis positif untuk IHSG.
Diketahui, pada perdagangan kemarin (12/5) IHSG ditutup ke posisi 6.858,89 atau mengalami pelemahan sebanyak 0,68 persen dari level 6.905,62.
Baca juga: OJK Panggil Pemegang Saham KoinP2P Usai Petingginya Terseret Kasus Dugaan Korupsi
Rekomendasi Saham
Pada perdagangan hari ini CGS International Sekuritas merekomendasikan beberapa saham yang berpotensi kasih cuan, di antaranya adalah PT XLSMART Telecom Sejahtera Tbk (EXCL), PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI), dan PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI).
Kemudian tiga saham lain yang direkomendasikan, PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR), PT Elnusa Tbk (ELSA), dan PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC).
Pengumuman MSCI
Sekadar informasi tambahan, MSCI telah mengumumkan rebalancing periode Mei 2026 pada Selasa, dini hari. Penyedia indeks global ini masih melakukan pembekuan (freeze) untuk penambahan (addition) konstituen saham Indonesia untuk kategori MSCI Global Standard Indexes. Hasilnya, MSCI mengeluarkan 18 saham Indonesia dari seluruh kategori indeks. (*)
Editor: Galih Pratama


