Poin Penting
- IHSG anjlok 4,33 persen ke level 5.927,38 meski sempat dibuka menguat.
- Pelemahan rupiah hingga menembus Rp17.900 per dolar AS menjadi sentimen utama pasar.
- Analis menilai IHSG masih berada dalam tren bearish dan belum menunjukkan sinyal pembalikan arah.
Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) hingga pukul 11.17 WIB tercatat terkoreksi 4,33 persen ke level 5.927,38. Padahal, pada awal perdagangan indeks sempat dibuka menguat di posisi 6.206,85.
Investment Specialist Korea Investment And Sekuritas Indonesia (KISI), Ahmad Faris Mu’tashim, mengatakan bahwa pelemahan IHSG masih dipengaruhi oleh tekanan nilai tukar rupiah yang telah menembus level Rp17.900 per dolar AS.
“Hal tersebut, membuat tone IHSG sideways to bearish setidaknya dalam beberapa pekan ke depan. Untuk membalikkan keadaan ke struktural bullish setidaknya IHSG harus berada di level 6.700-7.000,” katanya kepada Infobanknews.com di Jakarta, Rabu, 3 Juni 2026.
Baca juga: IHSG Dibuka Semringah ke Level 6.206
Ia menambahkan faktor lain yang perlu dicermati pelaku pasar adalah pergerakan harga minyak Brent. Jika harga minyak mampu turun di bawah kisaran USD85-87 per barel, maka terdapat peluang perubahan outlook fiskal yang saat ini menjadi perhatian investor.
Saham Konglomerasi Turut Menekan IHSG
Pandangan serupa disampaikan Analis MNC Sekuritas, Herditya Wicaksana atau Didit. Ia menilai pelemahan IHSG pada perdagangan hari ini dipicu oleh melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dolar AS.
Baca juga: IHSG Diprediksi Lanjut Menguat pada Rentang 6.220-6.280
“Di sisi lain, pergerakan IHSG dibebani oleh emiten-emiten konglomerasi yang selama dua hari belakangan ini bergerak menguat signifikan, bahkan mengalami auto reject atas,” ujar Didit.
Dari sisi teknikal, Didit menilai IHSG masih berada dalam tren penurunan (downtrend) dan belum menunjukkan sinyal pembalikan arah yang valid. (*)
Editor: Yulian Saputra


