Poin Penting
- Harga emas dunia bergerak di USD4.540 per ons di tengah kekhawatiran inflasi dan suku bunga tinggi
- Lonjakan harga minyak akibat konflik Timur Tengah menekan prospek emas global
- Harga emas Pegadaian stabil, dengan Antam tetap Rp2,866 juta per gram.
Jakarta – Harga emas bergerak di angka USD4.540,36 per ons, pada Senin (18/5), usai sempat menyentuh level terendah sejak akhir Maret 2026, di tengah meningkatnya kekhawatiran inflasi global serta prospek suku bunga tinggi
Sementara itu, kontrak emas berjangka Amerika Serikat (AS) untuk pengiriman Juni melemah 0,4 persen menjadi USD4.543,70 per ons.
Analis Pasar Senior OANDA, Kelvin Wong, menilai bahwa penguatan terbatas harga emas dipicu aksi ambil untung setelah penurunan tajam pada sesi sebelumnya.
“Kami melihat sedikit kenaikan saat ini karena aktivitas ambil untung, mengingat emas masih bergerak dalam pola sideways yang kompleks,” kata Wong, dinukil laman Reuters, Senin, 18 Mei 2026.
Diketahui, tekanan terhadap harga emas global muncul usai harga minyak dunia terus melonjak imbas ketegangan geopolitik di Timur Tengah.
Baca juga: Harga Emas Diproyeksi Tembus USD6.300, Ini Strategi Investasinya
Kenaikan harga energi ini memicu kekhawatiran inflasi global sehingga pasar memproyeksikan bank sentral global, terutama Federal Reserve AS bakal mempertahankan suku bunga tinggi lebih lama.
Bahkan, pada akhir pekan lalu, serangan pesawat nirawak memicu kebakaran hebat di sebuah pembangkit listrik tenaga nuklir di Uni Emirat Arab. Di saat bersamaan, Arab Saudi pun melaporkan berhasil mencegat tiga pesawat nirawak.
Presiden AS, Donald Trump, memperingatkan Iran untuk segera mengambil langkah terkait upaya penghentian konflik antara Amerika Serikat dan Israel yang dinilai mengalami kebuntuan.
Harga minyak pada Senin tercatat melanjutkan kenaikan hingga mencapai level tertinggi dalam dua pekan terakhir. Kondisi itu memperbesar kekhawatiran pasar terhadap tekanan inflasi global.
Dalam kondisi inflasi tinggi, bank sentral cenderung mempertahankan atau menaikkan suku bunga. Situasi tersebut biasanya mengurangi daya tarik emas karena logam mulia tidak memberikan imbal hasil.
Tren penurunan di pasar logam pun tak hanya dialami oleh emas, melainkan juga pada sejumlah komoditas lainnya yang ikut melemah.
Baca juga: Tren Cicil Emas BSI Melesat 123 Persen, Didominasi Gen Z dan Milenial
Untuk harga perak spot turun ke level 0,8 persen menjadi USD75,38 per ons. Harga platinum juga ikut melemah 0,1 persen menjadi USD1.972,10 per ons. Sedangkan, paladium turun 1,3 persen menjadi USD1.394,75 per ons.
Sementara itu, harga logam mulia di dalam negeri untuk Antam, Galeri24 dan UBS terpantau stabil.
Berdasarkan laman Sahabat Pegadaian, harga jual emas Antam tetap berada di level Rp2.866.000 per gram. Harga tersebut masih sama seperti perdagangan pada Minggu, 17 Mei 2026.
Sementara itu, harga emas Galeri24 dan UBS juga tidak mengalami perubahan. Emas Galeri24 dibanderol Rp2.764.000 per gram, sedangkan emas UBS dipatok Rp2.793.000 per gram. (*)
Editor: Galih Pratama


