Poin Penting
- Garda Oto masih menjadi bisnis inti Asuransi Astra, namun kontribusinya terhadap pendapatan kini sekitar 35 persen.
- Mayoritas pendapatan perusahaan saat ini berasal dari kombinasi bisnis asuransi komersial dan asuransi kesehatan.
- Asuransi Astra memilih fokus pada pertumbuhan organik dan diversifikasi bisnis ketimbang ekspansi melalui akuisisi.
Jakarta – Bisnis asuransi kendaraan bermotor melalui produk Garda Oto masih menjadi salah satu tulang punggung bisnis PT Asuransi Astra Buana. Namun, kontribusi terhadap pendapatan (revenue) kini tak lagi mendominasi seperti masa awal perkembangan perseroan.
Presiden Direktur PT Asuransi Astra Buana, Maximiliaan Agatisianus, membeberkan, secara historis Garda Oto sejatinya menjadi bisnis inti perusahaan sejak awal berdiri.
Namun, seiring perkembangan industri dan strategi diversifikasi yang dijalankan pihaknya, sumber pendapatan perusahaan kini kian beragam.
“Apakah sampai sekarang masih menjadi core bisnis? Pasti gitu. Tapi apakah satu-satunya? Nah itu yang saya harus luruskan bahwa sudah tidak begitu,” ujar Maximiliaan, di Jakarta, Rabu, 3 Juni 2026.
Baca juga: Biaya Penyakit Kritis Makin Mahal, Astra Life Luncurkan Proteksi Plus Refund Premi
Ia menjelaskan, menilik kontribusi bisnis asuransi kendaraan bermotor terhadap total pendapatan perusahaan saat ini berada di kisaran 35 persen.
Selebihnya, berasal dari lini bisnis asuransi komersial serta asuransi kesehatan yang kian berkembang dalam beberapa tahun terakhir.
“Kita secara total revenue portofolio bisnis dari pendapatan itu sekitar 35 persen. Jadi sisanya itu kombinasi dari komersial ditambah dengan health. Jadi kita sudah diversifikasi seperti itu,” bebernya.
Diversifikasi jadi Strategi Pertumbuhan
Ia menjelaskan, strategi diversifikasi menjadi kunci bagi Asuransi Astra dalam menjaga ketahanan bisnis di tengah perubahan kondisi ekonomi maupun dinamika industri asuransi.
Menurutnya, langkah ini dinilai penting agar perusahaan tak bergantung pada satu segmen usaha semata di tengah tekanan industri otomotif seperti yang terjadi dalam beberapa tahun terakhir.
Baca juga: Rupiah Melemah dan Suku Bunga Naik, Ini Strategi Asuransi Astra Jaga Pertumbuhan
Terkait rencana ekspansi, ia menegaskan bahwa perusahaan akan terus mengembangkan portofolio bisnis untuk menjaga pertumbuhan jangka panjang.
Namun, diakuinya hingga kini Asuransi Astra belum memiliki langkah ekspansi melalui akuisisi perusahaan lain.
Menurut dia, perusahaan masih melihat peluang pertumbuhan yang besar dari bisnis yang telah dimiliki sehingga strategi yang dipilih adalah memperkuat pertumbuhan secara organik (organic growth).
“Kalau ekspansi tentu kami lakukan untuk memastikan bisnis terus tumbuh dan tetap relevan dari waktu ke waktu melalui diversifikasi. Tetapi kalau ditanya mengenai akuisisi, sampai saat ini kami masih fokus pada pertumbuhan organik,” ujarnya.
Ia menambahkan, peluang pertumbuhan masih terbuka lebar di berbagai lini bisnis yang digeluti perusahaan, mulai dari asuransi kendaraan bermotor, asuransi komersial, hingga asuransi kesehatan.
“Jadi kita melihat bisnis terutama dari segmen kendaraan bermotor, komersial maupun asuransi kesehatan masih ada peluang tumbuh banyak,” tandasnya. (*)
Editor: Yulian Saputra


