Poin Penting:
- BEI menegaskan struktur kepemilikan saham PT Rans Entertainmen Indonesia Tbk setelah IPO telah memenuhi ketentuan free float yang berlaku.
- Perseroan menawarkan 2,53 miliar saham baru atau setara 20,02 persen dari modal setelah IPO.
- IPO RANS berpotensi menghimpun dana segar hingga Rp429,25 miliar dengan kapitalisasi pasar mencapai Rp2,14 triliun.
Jakarta – Rencana penawaran umum perdana atau Initial Public Offering (IPO) PT Rans Entertainmen Indonesia Tbk (RANS) milik Raffi Ahmad dan Nagita Slavina menjadi sorotan publik setelah muncul pertanyaan mengenai porsi saham yang dilepas kepada masyarakat.
Menanggapi hal tersebut, Bursa Efek Indonesia (BEI) memastikan proses penawaran umum perdana saham PT Rans Entertainmen Indonesia Tbk telah memenuhi seluruh ketentuan yang berlaku.
Sorotan muncul karena perseroan hanya menawarkan sekitar 20,02 persen saham kepada publik melalui aksi korporasi tersebut. Sejumlah pihak mempertanyakan apakah jumlah tersebut telah memenuhi persyaratan free float sebagaimana diatur bursa.
Direktur Penilaian Perusahaan BEI, I Gede Nyoman Yetna, menegaskan bahwa proses evaluasi pencatatan saham perseroan dilakukan berdasarkan aturan yang berlaku saat dokumen permohonan diterima oleh Bursa.
Baca juga: RANS Melantai di Bursa Saat Pasar Terluka: Membeli Mimpi Raffi Ahmad atau Membayar Terlalu Mahal?
BEI Tegaskan IPO RANS Sesuai Ketentuan
Menurut Nyoman, dokumen permohonan pencatatan saham perseroan telah masuk ke Bursa sebelum diberlakukannya Peraturan Bursa Nomor I-A Tahun 2026 pada 31 Maret 2026.
“Dokumen permohonan pencatatan saham perseroan telah diterima Bursa sebelum berlakunya Peraturan Bursa Nomor I-A Tahun 2026 pada 31 Maret 2026. Oleh karena itu, proses evaluasi dilakukan dengan mengacu pada ketentuan yang berlaku pada saat permohonan diterima,” ujar Nyoman dalam keterangan tertulis, Rabu (24/6/2026).
Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa selain saham yang ditawarkan kepada publik melalui IPO RANS sebesar 20,02 persen, terdapat pula pemegang saham eksisting yang masuk dalam kategori saham publik atau free float.
“Dengan demikian, berdasarkan struktur kepemilikan saham setelah IPO, porsi free float perseroan diperkirakan mencapai sekitar 28,85 persen. Oleh karena itu, struktur kepemilikan saham perseroan setelah IPO telah memenuhi ketentuan free float yang berlaku,” jelas Nyoman.
Pernyataan tersebut sekaligus menjawab keraguan yang berkembang di media sosial terkait kesesuaian struktur kepemilikan saham perseroan setelah melantai di Bursa.
Dana Segar hingga Rp429 Miliar
Berdasarkan prospektus awal, perseroan menawarkan sebanyak-banyaknya 2,53 miliar saham baru atau setara 20,02 persen dari modal ditempatkan dan disetor penuh setelah IPO.
Dengan kisaran harga penawaran awal sebesar Rp135 hingga Rp170 per saham, perusahaan berpotensi meraup dana segar antara Rp340,88 miliar sampai Rp429,25 miliar.
Nilai kapitalisasi pasar perseroan setelah pencatatan saham juga diproyeksikan cukup besar. Pada harga penawaran terendah Rp135 per saham, market cap perusahaan diperkirakan mencapai sekitar Rp1,70 triliun. Sementara pada harga tertinggi Rp170 per saham, kapitalisasi pasarnya berpotensi menembus Rp2,14 triliun.
Masa penawaran awal atau book building berlangsung pada 23-25 Juni 2026 dengan PT Trimegah Sekuritas Indonesia Tbk sebagai penjamin pelaksana emisi efek.
Baca juga: RANS Entertainment Milik Raffi-Nagita Gelar IPO, Segini Harga Saham yang Ditawarkan
Profil Bisnis dan Prospek RANS Entertainment
PT Rans Entertainment Indonesia Tbk bergerak di sektor barang konsumen nonprimer dengan subsektor entertainment and movie production. Perseroan menjalankan bisnis media dan hiburan, pengelolaan intellectual property (IP), penyelenggaraan acara, serta investasi pada berbagai entitas usaha pendukung.
Model bisnis perusahaan dikembangkan sebagai platform hiburan berbasis IP dan distribusi audiens. Setiap lini usaha dirancang saling terintegrasi untuk menciptakan nilai ekonomi yang berkelanjutan.
Melalui aksi IPO RANS, perusahaan berharap dapat memperkuat pengembangan ekosistem bisnis hiburan yang selama ini menjadi fondasi utama pertumbuhan perseroan.
Kejelasan dari BEI terkait porsi saham publik tersebut diharapkan dapat memberikan kepastian bagi investor yang tengah mencermati prospek IPO RANS menjelang masa penawaran umum perdana saham. (*)
Editor: Galih Pratama


