Poin Penting
- FORE mengalokasikan capex Rp15 miliar untuk membangun pabrik pengolahan dough.
- Pabrik ditargetkan beroperasi pada Agustus atau September 2026 untuk mendukung ekspansi Fore Donut.
- Fore Donut membidik pembukaan gerai di Semarang, Yogyakarta, hingga Medan pada akhir 2026.
Jakarta – PT Fore Kopi Indonesia Tbk (FORE) mengalokasikan belanja modal atau capital expenditure (capex) sebesar Rp15 miliar untuk membangun pabrik pengolahan dough. Fasilitas tersebut ditargetkan mulai beroperasi pada Agustus atau September 2026 guna mendukung ekspansi bisnis Fore Donut ke berbagai kota di Indonesia.
Dana pembangunan pabrik tersebut berasal dari internal perusahaan. Sementara, dana hasil penawaran umum perdana saham (Initial Public Offering/IPO) FORE sebesar Rp353,44 miliar akan digunakan untuk memperluas jaringan bisnis kopi maupun donut.
Saat ini, dana IPO FORE telah terealisasi senilai Rp155,71 miliar untuk ekspansi outlet dan Rp11 miliar sebagai setoran modal ke anak perusahaan yang bertujuan memperluas pembukaan toko baru.
Baca juga: FORE Bukukan Laba Rp56,48 Miliar di Semester I 2026, Tumbuh 34 Persen
Director of Strategy FORE, Fahmi Rahmatullah, mengatakan pabrik dough dibangun agar perusahaan dapat mengirimkan frozen dough ke berbagai daerah, sehingga ekspansi gerai tidak lagi terbatas di wilayah Jabodetabek.
“Jadi tujuannya itu biar kita bisa ekspansi ke luar kota. Karena dengan adanya si pabrik dough ini, kita bisa kirim tuh frozen dough. Nah sekarang, donatnya kita, kalau diperhatiin ya, tokonya, di dalam tuh chefnya tuh pada buatin. Benar-benar masih buat manual,” ujar Fahmi dalam Media Lunch Gathering di Jakarta, Rabu, 5 Agustus 2026.
Bidik Ekspansi ke Semarang, Yogyakarta, hingga Medan
Menurut Fahmi, setelah pabrik mulai beroperasi, FORE akan memperluas jaringan Fore Donut ke sejumlah kota, seperti Semarang, Yogyakarta, dan Medan pada akhir 2026.
“Ini kan hopefully lancar bukaan pabriknya, jadi nanti akhir-akhir tahun mungkin sudah bisa buka di Medan gitu. Sama, jadi ke kota-kotanya lebih banyak aja. Kalau sekarang kan beraninya kan Jabodetabek saja, Jakarta doang. Nanti kalau sudah ada (pabrik) ya mungkin kita bisa masuk ke kota-kota lain, Semarang, Jogja, segala macam. Jawa dulu aja,” imbuhnya.
Baca juga: FORE Injeksi Modal USD500 Ribu ke Anak Usaha di Singapura, Ini Tujuannya
Pembangunan pabrik tersebut juga diharapkan mampu meningkatkan kontribusi bisnis Fore Donut terhadap pendapatan perseroan. Saat ini, lini usaha tersebut masih menyumbang sekitar 5 persen dari total pendapatan FORE.
Hingga semester I 2026, Fore Donut telah mengoperasikan 10 gerai yang tersebar di Jabodetabek dan satu gerai di Surabaya.
Pendapatan Tembus Rp1 Triliun
Sebagai informasi, kinerja keuangan FORE juga menunjukkan pertumbuhan yang kuat. Pada semester I 2026, perseroan membukukan pendapatan sebesar Rp1 triliun, meningkat 52 persen secara tahunan (year-on-year/yoy), didorong oleh ekspansi jumlah gerai aktif yang tumbuh 44 persen yoy.
Sejalan dengan itu, laba bersih FORE naik 34 persen yoy menjadi Rp56,5 miliar, dibandingkan Rp42 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya. (*)
Editor: Yulian Saputra


