Poin Penting
- Fitch Ratings menaikkan peringkat nasional jangka panjang Bank Kalteng menjadi A+(idn) dari A(idn) dengan outlook stabil
- Kenaikan peringkat didukung kualitas aset stabil, NPL 2,5 persen, profitabilitas konsisten, dan rasio CET1 yang kuat di level 43,2 persen
- Kepemilikan pemerintah daerah dan dana murah CASA sekitar 66 persen memperkuat pendanaan serta mendukung ekspansi kredit Bank Kalteng.
Jakarta – Fitch Ratings Indonesia resmi menaikkan peringkat nasional jangka panjang PT Bank Pembangunan Daerah Kalimantan Tengah atau Bank Kalteng menjadi A+(idn) dari sebelumnya A(idn) dengan Outlook Stabil.
Kenaikan peringkat tersebut mencerminkan perbaikan profil kredit intrinsik Bank Kalteng dibandingkan para pesaing domestiknya, yang terlihat dari kinerja keuangan yang stabil dalam periode yang lebih panjang.
Fitch menyatakan bahwa peringkat nasional kategori ‘A’ menunjukkan ekspektasi tingkat risiko gagal bayar yang rendah relatif terhadap emiten atau instrumen utang lain dalam negara yang sama.
Ditopang Kredit PNS dan Permodalan Kuat
Fitch menilai peringkat Bank Kalteng terutama didorong oleh kelayakan kredit intrinsiknya. Model bisnis bank yang berfokus pada layanan kredit gaji bagi pegawai negeri sipil (PNS) dan pembiayaan usaha kecil di Kalimantan Tengah dinilai mampu menghasilkan kualitas aset yang stabil.
“Kredit gaji PNS yang bersifat captive telah membantu bank menghasilkan kualitas aset yang stabil, profitabilitas yang konsisten, dan permodalan di atas rata-rata,” tulis Fitch dalam laporannya dikutip 17 Juli 2026.
Meski demikian, Fitch mencatat bahwa skala usaha Bank Kalteng masih relatif kecil dan terkonsentrasi pada segmen nasabah tertentu.
Pada akhir 2025, rasio Common Equity Tier 1 (CET1) Bank Kalteng tercatat 43,2 persen, meningkat dari 41,7 persen pada 2024.
Fitch memperkirakan rasio tersebut akan tetap berada di sekitar level saat ini dalam dua tahun ke depan berkat pembentukan modal internal yang stabil.
Baca juga: Bank Kalteng Pastikan Dana KHBS Cair, Warga Diminta Tak Panik Tarik Dana
Kualitas Aset dan Profitabilitas Terjaga
Pertumbuhan kredit Bank Kalteng dalam beberapa tahun terakhir melampaui sejumlah bank pembangunan daerah lainnya, terutama didorong oleh ekspansi kredit kepada PNS.
Rasio kredit bermasalah (NPL) tetap stabil di 2,5 persen pada akhir 2025 dengan rasio loan-at-risk (LaR) 5,3 persen, yang merupakan salah satu yang terendah di kelompok pembandingnya.
Fitch memperkirakan NPL akan naik tipis pada 2026, namun pembentukan kredit bermasalah baru dan biaya kredit diperkirakan tetap terkendali karena kualitas portofolio kredit PNS yang masih baik.
Dari sisi profitabilitas, rasio laba operasional terhadap aset tertimbang menurut risiko meningkat menjadi 5,5 persen pada akhir 2025 dari 5,2 persen pada 2024.
Fitch menilai pertumbuhan pendapatan dalam 12–18 bulan ke depan akan tetap ditopang oleh segmen konsumer, sementara reinvestasi surat berharga pemerintah pada imbal hasil yang lebih tinggi dapat membantu menjaga margin bunga bersih tetap stabil.
Dukungan Pemerintah Daerah Perkuat Pendanaan
Bank Kalteng juga memperoleh keuntungan dari keterkaitannya dengan pemerintah daerah. Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah tercatat memiliki 41,8 persen saham bank, bersama sejumlah pemerintah kota dan kabupaten di wilayah tersebut.
Keterkaitan ini memungkinkan Bank Kalteng menjadi pengelola rekening penggajian PNS, bendahara daerah, serta pengelola simpanan pemerintah.
Fitch mencatat rasio dana murah (giro dan tabungan/CASA) mencapai sekitar 66 persen pada akhir 2025, yang menjadi salah satu penopang utama profil pendanaan bank.
Meski pengurangan transfer anggaran dari pemerintah pusat berpotensi menekan saldo simpanan pemerintah daerah, Fitch menilai penyesuaian tersebut masih dapat dikelola oleh Bank Kalteng.
Baca juga: Bank Kalteng Beberkan Jurus Genjot DPK di Tengah Likuiditas yang Makin Ketat
Peluang dan Risiko ke Depan
Fitch menyebut peringkat Bank Kalteng berpotensi turun apabila rasio NPL meningkat di atas 3 persen dalam periode yang berkelanjutan dan profitabilitas turun hingga bertahan di bawah 3 persen.
Sementara itu, peluang kenaikan peringkat lebih lanjut dinilai kecil dalam waktu dekat. Peningkatan peringkat baru dapat terjadi apabila Bank Kalteng mampu memperluas bisnisnya secara signifikan dan melakukan diversifikasi model bisnis sehingga lebih sebanding dengan bank pembangunan daerah terbesar di Indonesia. (*)


