Poin Penting
- Destry Damayanti menegaskan independensi Bank Indonesia tetap terjaga sesuai amanat UU P2SK.
- Konsep Sinergi Merah Putih ditujukan untuk memperkuat koordinasi BI dengan pemerintah dan otoritas terkait.
- Destry menyiapkan lima aksi strategis, mulai dari penguatan bauran kebijakan hingga inovasi digital.
Jakarta – Calon tunggal Gubernur Bank Indonesia (BI) Destry Damayanti memastikan independensi dari bank sentral akan tetap terjaga sesuai amanat Undang-Undang Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan (UU P2SK).
Penegasan tersebut diungkapkan Destry dalam uji kelayakan dan kepatutan (fit and proper test) calon Gubernur BI di Komisi XI DPR RI, Rabu (26/8/2026).
Dalam paparannya di hadapan anggota dewan Komisi XI DPR RI, Destry menyampaikan lima aksi inisiatif strategis apabila dipercaya memimpin BI. Salah satunya adalah memperkuat konsep Sinergi Merah Putih antara BI, pemerintah, dan otoritas terkait.
Baca juga: Jika Pimpin BI, Ini 5 Inisiatif Strategis yang Disiapkan Destry Damayanti
Destry menjelaskan, sinergi tersebut diperlukan untuk memperkuat koordinasi dan kolaborasi dalam menjalankan bauran kebijakan. Menurutnya, sebagai salah satu lembaga negara, BI perlu bergerak bersama dengan pemangku kepentingan untuk mendukung perekonomian nasional.
“Jadi kembali saya ingin tekankan di sini, bahwa kata-kata sinergi ini tidak berarti juga mengurangi kredibilitas dan juga independensi dari Bank Indonesia dalam menjalankan tugas-tugasnya. Kami akan tetap memegang independensi sesuai dengan yang diamanatkan di dalam Undang-Undang P2SK,” ujar Destry dalam fit and proper test di DPR RI, Rabu, 26 Agustus 2026.
Independensi BI Tetap Menjadi Prinsip Utama
Destry menjelaskan, UU P2SK memberikan mandat tambahan kepada BI untuk turut mendorong pertumbuhan ekonomi berkelanjutan. Selain itu, BI juga memiliki peran dalam menciptakan iklim ekonomi yang kondusif bagi pertumbuhan sektor riil dan penciptaan lapangan kerja.
“Jadi artinya di sini, tugas Bank Indonesia, kita harus bisa menciptakan iklim ekonomi yang kondusif, dan bersama-sama tentunya dengan semua pihak stakeholder, kita berusaha untuk mendorong sektor riil dan menciptakan lapangan kerjaan. Nah inilah yang saya sampaikan tadi, sinergi merah-putih,” ungkapnya.
Baca juga: Destry Damayanti dan Ekspektasi Pasar terhadap Arah BI
Lebih lanjut, kata Destry, Sinergi Merah Putih tidak berarti mengurangi kewenangan maupun tanggung jawab masing-masing kementerian, lembaga, dan otoritas.
Setiap institusi tetap memiliki wilayah kerja, tugas, dan mandat masing-masing. Namun, dalam menjalankan peran tersebut, diperlukan koordinasi dan dukungan bersama untuk mencapai tujuan ekonomi nasional.
Lima Aksi Strategis Destry Jika Pimpin BI
Sebelumnya, Destry memaparkan lima aksi inisiatif strategis yang akan menjadi bagian dari arah kebijakannya apabila dipercaya memimpin BI.
1. Penguatan Bauran Kebijakan BI
Inisiatif pertama adalah memperkuat bauran kebijakan Bank Indonesia untuk merespons tekanan pada sektor eksternal, nilai tukar, dan inflasi.
Kebijakan tersebut diharapkan dapat menciptakan iklim ekonomi yang kondusif, menjaga stabilitas harga, sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi.
2. Penguatan Kebijakan Lalu Lintas Devisa
Inisiatif kedua adalah penguatan kebijakan lalu lintas devisa melalui optimalisasi pengelolaan data untuk menjaga kedaulatan ekonomi nasional.
Destry menilai, kompleksitas transaksi dan meningkatnya keterhubungan pelaku ekonomi antarnegara membutuhkan perangkat yang cepat, adaptif, dan komprehensif untuk memperoleh data, melakukan pemantauan, serta pengawasan lalu lintas devisa.
“Hal ini penting mengingat potensi under-invoicing yang cukup besar, namun kami juga tidak bisa sendirian karen terkait lalu lintas devisa melibatkan banyak pihak,” ungkapnya.
3. Mendorong Keuangan Inklusif, Berkelanjutan, dan Syariah
Inisiatif ketiga adalah mendukung pengembangan keuangan inklusif, berkelanjutan, dan syariah yang secara langsung menopang sektor riil serta penciptaan lapangan kerja.
Destry menyatakan, langkah tersebut diarahkan untuk mendukung Asta Cita menuju Indonesia Maju.
Baca juga: Destry Sebut Pembiayaan Syariah Harus Jadi Pilihan Strategis untuk Ekspansi Korporasi
4. Penguatan Tata Kelola dan Inovasi Digital
Aksi keempat berfokus pada penguatan tata kelola kelembagaan dan percepatan inovasi digital di BI.
Inisiatif tersebut diarahkan untuk memperkuat kredibilitas BI melalui peningkatan layanan publik dan pengembangan sumber daya manusia (SDM) yang unggul.
Langkah ini juga sejalan dengan agenda Asta Cita terkait reformasi birokrasi serta pengembangan SDM nasional.
5. Memperkuat Sinergi Merah Putih
Inisiatif terakhir adalah memperkuat Sinergi Merah Putih melalui koordinasi yang lebih erat antara BI, pemerintah, otoritas, dan seluruh pemangku kepentingan.
Menurut Destry, sinergi menjadi benang merah yang menghubungkan seluruh kebijakan strategis dalam implementasinya.
“Inisiatif terakhir merupakan benang merah yang menghubungkan seluruh kebijakan yang telah kami sampaikan dalam implementasinya. Kami meyakini bahwa keberhasilan Bank Indonesia tidak ditentukan oleh kemampuan bekerja sendiri, melainkan oleh kemampuan membangun sinergi merah putih bersama seluruh pemerintah kepentingan,” katanya. (*)
Editor: Yulian Saputra


