Poin Penting
- PFII dinilai cocok dikembangkan di Bandung karena memiliki potensi teknologi dan energi.
- Farhan menawarkan Bandung sebagai pusat teknologi sekaligus pusat keuangan kepada pemerintah pusat.
- Tambahan pasokan listrik PSEL Legok Nangka dinilai mendukung pengembangan pusat data.
Jakarta – Wali Kota Bandung Muhammad Farhan menawarkan Kota Bandung sebagai lokasi pembangunan Pusat Finansial Internasional Indonesia (PFII) kepada pemerintah pusat. Ia menilai Bandung memiliki modal kuat sebagai pusat teknologi sekaligus pusat keuangan.
Farhan membawa gagasan tersebut sebagai bagian dari visi pengembangan ekonomi Kota Bandung. Menurutnya, kombinasi teknologi, data center, kondisi geografis, dan energi menjadi modal penting.
Ia bahkan menyampaikan langsung tawaran tersebut kepada pemerintah pusat dan Danantara. Farhan berharap Bandung dapat dipertimbangkan sebagai lokasi pengembangan pusat finansial internasional.
Baca juga: PFII Mulai Beroperasi di Jakarta Sebelum ke Bali? Ini Kata Menko Airlangga
Bandung Dinilai Cocok untuk PFII
Farhan melihat pembangunan pusat data dapat memperkuat ekosistem teknologi dan keuangan Bandung. Infrastruktur tersebut dinilai menjadi salah satu kebutuhan penting dalam pengembangan PFII.
Kondisi geografis Bandung juga menjadi pertimbangan dalam pengembangan pusat data. Udara yang relatif sejuk dinilai mampu menekan kebutuhan energi untuk sistem pendinginan.
“Kalau sampai membangun data center di Kota Bandung, itu biaya listriknya rata-rata akan lebih rendah karena udara di Kota Bandung lebih sejuk,” katanya dikutip Antara, Rabu (19/8).
Farhan juga menilai ketersediaan energi menjadi faktor penting dalam mendukung rencana tersebut. Dalam tiga tahun mendatang, Bandung diproyeksikan mendapat tambahan pasokan listrik.
Pasokan Energi Jadi Penopang PFII
Tambahan energi tersebut berasal dari Pembangkit Listrik Tenaga Sampah atau PSEL Legok Nangka. Kehadiran pembangkit itu dinilai dapat memperkuat kesiapan Bandung mendukung pusat data.
Bagi Farhan, pengembangan teknologi membutuhkan dukungan infrastruktur energi yang memadai. Karena itu, tambahan pasokan listrik menjadi bagian penting dari tawaran Bandung kepada pemerintah.
Gagasan tersebut sekaligus memperluas visi Bandung sebagai pusat teknologi dan keuangan. Farhan ingin potensi kota tersebut masuk dalam pertimbangan pembangunan kawasan finansial nasional.
Baca juga: Airlangga Bocorkan Sosok Calon Gubernur PFII
Jakarta dan Bali Jadi Lokasi Awal
Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto telah mengumumkan rencana pengembangan PFII di Jakarta dan Bali. Jakarta akan menjadi lokasi awal, sedangkan Bali disiapkan untuk pengembangan berikutnya.
Pemerintah juga membuka peluang pengembangan kawasan serupa di daerah lainnya. Wilayah tersebut harus memiliki daya tarik bagi investor dan pengelola dana besar dari luar negeri.
Tawaran Farhan menempatkan Bandung sebagai alternatif dalam rencana pengembangan pusat finansial tersebut. Dengan potensi teknologi dan energi, Bandung menawarkan karakter berbeda dari Jakarta dan Bali.
Peluang Bandung bergantung pada pertimbangan pemerintah pusat terhadap kesiapan infrastrukturnya. Farhan kini menawarkan PFII sebagai bagian dari arah baru pengembangan ekonomi Kota Bandung. (*)
Editor: Galih Pratama


