Poin Penting
- Danantara Investment Management (DIM) resmi menjadi Associate Member IFSWF, memperkuat pengakuan internasional atas tata kelola investasinya
- Status ini dinilai meningkatkan kepercayaan investor, jika Danantara konsisten menerapkan Santiago Principles.
- Danantara menegaskan komitmen pada tata kelola, transparansi, dan akuntabilitas berstandar global.
Jakarta – Danantara Investment Management (DIM), holding investasi Danantara Indonesia, resmi diterima sebagai Associate Member International Forum of Sovereign Wealth Funds (IFSWF).
Keanggotaan tersebut dinilai menjadi pengakuan internasional terhadap upaya Danantara membangun tata kelola investasi yang mengacu pada standar global.
Ekonom Universitas Andalas, Fajri Adrianto, status Associate Member menunjukkan Danantara mulai diakui sebagai institusi yang tengah membangun sovereign wealth fund dengan tata kelola yang sesuai praktik internasional.
Menurutnya, keanggotaan ini juga dapat memperkuat kepercayaan investor terhadap pengelolaan aset negara di Indonesia.
“Status Associate Member menunjukkan Danantara diakui sebagai institusi yang sedang membangun sovereign wealth fund. Jika konsisten mengimplementasikan Santiago Principles serta aktif dalam program-program IFSWF, DIM berpeluang menjadi Full Member,” ujar Fajri dalam keterangannya, Senin, 20 Juli 2026.
“Ini menjadi pengikat komitmen untuk terus memperkuat akuntabilitas dan transparansi dalam pengelolaan aset negara,” tambahnya.
Baca juga: Danantara Gandeng BUMN Perkuat Koperasi Merah Putih
Ia menjelaskan, keberhasilan Danantara menjadi anggota IFSWF harus diikuti dengan konsistensi dalam menerapkan prinsip-prinsip tata kelola yang telah ditetapkan organisasi tersebut.
Implementasi yang berkelanjutan dinilai akan berdampak pada meningkatnya kualitas pengelolaan investasi sekaligus memperkuat kepercayaan investor domestik maupun global.
“Tantangan terbesar bagi Danantara adalah menjaga konsistensi dan disiplin dalam menjalankan prinsip-prinsip tata kelola IFSWF. Prinsip governance, investment, dan risk management harus benar-benar menjadi payung dalam setiap keputusan investasi. Konsistensi itulah yang pada akhirnya akan menentukan tingkat kepercayaan investor dalam jangka panjang,” kata Fajri.
Diketahui, IFSWF merupakan jaringan global sovereign wealth fund yang menjunjung Santiago Principles, yaitu 24 prinsip yang diakui secara internasional sebagai standar tata kelola, investasi, serta manajemen risiko bagi sovereign wealth fund.
Chief Investment Officer Danantara Indonesia, Pandu Sjahrir, menyebut pengajuan keanggotaan DIM sudah dilakukan pada 2025 lalu dan disetujui Dewan IFSWF pada awal 2026.
Baca juga: Ekonom Soroti Perampingan BUMN Jangan Sekadar Percantik Valuasi
Pandu melihat masuknya DIM menjadi bagian IFSWF sudah melalui proses evaluasi yang menilai kesiapan tata kelola dan komitmen terhadap praktik terbaik internasional.
“Bergabung dengan IFSWF mencerminkan komitmen Danantara Indonesia terhadap tata kelola, transparansi, dan akuntabilitas berstandar dunia. Sebagai pengelola aset nasional Indonesia, kami bertekad membangun institusi yang memenuhi standar internasional tertinggi sehingga kami dapat menjalankan mandat investasi bagi rakyat Indonesia,” ujar Pandu.
Senada dengan hal tersebut, Chief Executive IFSWF, Duncan Bonfield, menyambut bergabungnya Danantara sebagai anggota baru.
“Sejak didirikan Danantara telah menunjukkan komitmen kuat terhadap tata kelola yang baik, profesionalisme, dan transparansi sehingga akan menjadi anggota yang bernilai bagi komunitas sovereign wealth fund global,” tandasnya. (*)
Editor: Galih Pratama


