Poin Penting:
- Duta Besar RI tidak memperoleh akses menghadiri pemakaman Ali Khamenei karena Iran hanya menerima pejabat di atas tingkat duta besar.
- Menteri Luar Negeri Sugiono dan Ketua MPR Ahmad Muzani direncanakan menjadi delegasi Indonesia ke Iran.
- Pemerintah Indonesia masih menunggu konfirmasi waktu dan lokasi kehadiran delegasi pada prosesi pemakaman.
Jakarta – Pemerintah Indonesia mengubah rencana pengiriman delegasi ke pemakaman mantan pemimpin tertinggi Iran, Ali Khamenei, setelah Duta Besar Republik Indonesia (Dubes RI) untuk Iran tidak memperoleh akses menghadiri prosesi tersebut.
Sebagai gantinya, Menteri Luar Negeri Sugiono bersama Ketua MPR RI Ahmad Muzani direncanakan berangkat ke Iran untuk mewakili Indonesia dalam prosesi pemakaman.
Sugiono mengatakan pemakaman dijadwalkan berlangsung pada Kamis, 9 Juli. Saat ini pemerintah masih menunggu konfirmasi dari otoritas Iran mengenai waktu dan lokasi kehadiran delegasi Indonesia.
“Karena pemakaman itu akan dilaksanakan pada tanggal 9 (Juli), Kamis, kita berencana akan hadir. Ini kita masih menunggu jawaban, waktu dan tempat di mana kita bisa menghadiri acara pemakaman tersebut,” kata Sugiono usai penyambutan Perdana Menteri India Narendra Modi di Base Ops Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta, seperti dikutip dari Antara.
Baca juga: Kekayaan Pemimpin Iran Ali Khamenei Disorot, Disebut Setara Pendapatan Indonesia 2024
Dubes RI Tidak Mendapat Akses Pemakaman Ali Khamenei
Sugiono menjelaskan, pemerintah semula menunjuk Dubes RI untuk Republik Islam Iran sebagai wakil yang menghadiri prosesi pemakaman. Keputusan tersebut diambil dengan mempertimbangkan berbagai aspek teknis.
Saat itu, pemerintah juga tengah mempersiapkan sejumlah agenda kenegaraan di Indonesia sehingga beberapa pajabat memiliki jadwal yang tidak memungkinkan untuk berangkat ke Iran.
Namun, pemerintah kemudian menerima pemberitahuan dari otoritas Iran bahwa akses ke prosesi pemakaman hanya diberikan kepada pejabat dengan tingkat jabatan di atas duta besar. Atas dasar itu, pemerintah memutuskan mengubah susunan delegasi.
“Rencananya yang akan berangkat Menteri Luar Negeri Republik Indonesia bersama dengan Ketua MPR RI,” ujar Menlu Sugiono.
Pemerintah Indonesia Masih Menunggu Kepastian
Sugiono mengatakan komunikasi dengan pemerintah Iran terus dilakukan. Indonesia kini masih menunggu kepastian mengenai teknis penerimaan delegasi di lokasi pemakaman.
“Dari komunikasi yang terus kita lakukan bahwa karena penghormatan terhadap beliau sangat besar, kemudian massa juga sangat besar di sana, pihak Iran mesti mencoba untuk mencari titik atau spot yang tepat untuk menerima kunjungan kita,” ujar Sugiono.
Baca juga: Profil Mojtaba Khamenei, Pemimpin Tertinggi Iran Baru dari Balik Layar
Pemerintah berharap seluruh pengaturan dapat segera dipastikan sehingga delegasi Indonesia dapat menghadiri prosesi penghormatan terakhir sesuai jadwal.
Proses Pemakaman Ali Khamenei Bertahap di Sejumlah Kota
Prosesi pemakaman Ali Khamenei dimulai di Kota Tehran pada Senin, 6 Juli. Rangkaian berikutnya dijadwalkan berlangsung di Kota Qom pada Selasa, 7 Juli.
Selanjutnya, pada Rabu, 8 Juli, jenazah akan dibawa ke sejumlah kota di Irak, yakni Baghdad, Najaf, dan Karbala. Setelah itu, jenazah akan dipulangkan ke kota kelahirannya di Mashhad untuk dimakamkan pada Kamis, 9 Juli.
Editor: Yulian Saputra

