Poin Penting
- DPLK Sinarmas Asset Management resmi diluncurkan di Bursa Efek Indonesia.
- DPLK SAM menargetkan 20 ribu peserta pada 2028 dengan pertumbuhan kepesertaan dua kali lipat setiap tahun.
- Fokus menyasar perusahaan, pekerja formal dan informal, serta memperkuat layanan digital.
Jakarta – PT Sinarmas Asset Management (Sinarmas AM) secara resmi meluncurkan Dana Pensiun Lembaga Keuangan Sinarmas Asset Management (DPLK SAM) di Main Hall Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Jumat (3/7).
Ketua Pengurus DPLK SAM, Stephanus Rudi, mengatakan bahwa DPLK SAM sebagai dana pensiun berbasis digital menargetkan pertumbuhan kepesertaan yang agresif dalam beberapa tahun ke depan. Pada 2026, perusahaan menargetkan memiliki 5.000 peserta.
“Dalam penetapan target kepesertaan pun, ya itu kita secara gradasi kalau dari persentasenya kita di tahun kedua itu meningkat 100 persen, tahun ketiga meningkat 100 persen. Dimulai di tahun 2026 ini adalah 5.000 peserta, di tahun 2027 10.000 peserta, di tahun 2028 20.000 peserta,” kata Rudi dalam konferensi pers di Jakarta, Jumat, 3 Juli 2026.
Baca juga: Gandeng Bank, Sinarmas Land Hadirkan Program Royal Key Periode 2
Selain menyasar perusahaan-perusahaan di bawah grup Sinar Mas, DPLK SAM juga membidik perusahaan swasta di Indonesia serta pekerja individual, baik di sektor formal maupun informal, khususnya melalui Program Pensiun Iuran Pasti (PPIP).
Untuk mencapai target tersebut, DPLK SAM akan memperluas pemasaran melalui aplikasi digital miliknya serta memanfaatkan jaringan distribusi para mitra bisnis.
Dukung Penguatan Industri Dana Pensiun
Adapun peluncuran DPLK SAM sejalan dengan berbagai kebijakan pemerintah dan regulator dalam memperkuat industri keuangan jangka panjang.
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) terus mendorong transformasi industri dana pensiun melalui penguatan tata kelola, digitalisasi layanan, perluasan kepesertaan, serta peningkatan investasi jangka panjang.
Baca juga: Bank Sinarmas Ajak Nasabah Menabung Sekaligus Donasi Sosial lewat Tabungan Simas Share
Di sisi lain, Bursa Efek Indonesia (BEI) juga terus mengembangkan pasar modal sebagai sumber pembiayaan pembangunan nasional sekaligus sarana investasi masyarakat.
Sebagai investor institusi berorientasi jangka panjang, dana pensiun dinilai memiliki peran strategis dalam menjaga stabilitas pasar modal Indonesia.
Melalui pengelolaan yang profesional dan menerapkan prinsip kehati-hatian, DPLK SAM diharapkan dapat mendorong peningkatan partisipasi masyarakat dalam investasi jangka panjang sekaligus memperdalam pasar keuangan nasional. (*)
Editor: Yulian Saputra


