Jakarta–Otoritas Jasa Keuangan (OJK) sedang mendalami kerja sama dengan negara Kanada berkaitan dengan pengelolaan dana pensiun di Indonesia.
“Kita tentu ingin bekerja sama dengan Kanada dengan difasilitasi oleh World Bank guna membuat kerangka sistem dana pensiun di Indonesia,dan sedang kita diskusikan di forum,” ujar Deputi Komisioner Pengawas IKNB I OJK, Edy Setiadi pada seminar internasional Dana Pensiun “25 Years Of Pension Savings – Way Forward For Next Quarter Century” di Jakarta, Selasa, 25 April 2017.
Baca juga: Gelar Seminar, OJK Dorong Dana Pensiun
Selain menjalin kerja sama dengan OJK dalam pengembangan dana pensiun, pihak Kanada juga tertarik menggandeng Kementerian Keuangan (Kemenkeu). Ini dilakukan dalam upaya dana pensiun dari Kanada bisa masuk membiayai proyek-proyek infrastruktur yang sedang digalakkan Presiden Jokowi.
“Ke depannya kerja sama ini tidak hanya dengan OJK tetapi juga dengan Kemenkeu karena beberapa perusahaan dana pensiun di Kanada tertarik dengan proyek infrastruktur Jokowi,” tambah Edy. (Bersambung ke halaman berikutnya)
Ia juga menyebutkan, bahwa pihak Kanada juga telah menjanjikan untuk pertemuan lebih lanjut membahas detail tentang kerja sama dengan Indonesia ke depannya.
“Kita sudah diskusikan pada forum diskusi. Karena di Kanada sendiri kan perusahaan dana pensiunnya memiliki produk unggul yang akan memberi masukan ke Indonesia. Untuk kerja sama dengan Kemenkeu masih kita pantau terus bagaimana hasilnya,” ujar Edy.
Baca juga: OJK Targetkan Dana Pensiun Tumbuh 5%
Sebagai informasi, tercatat Kanada merupakan negara dengan kontribusi dana pensiun terhadap Poduct Domestic Bruto (PDB)pnegara nya mencapai 79 persen karena telah memulai pengelolaan dana pensiun sejak 1930. Pengelolaan dana pensiun Kanada juga lebih banyak dialokasikan untuk proyek infrastruktur di dalam negeri maupun luar negeri, seperti proyek infrastruktur di Afrika, India, China, Australia. (*)
Editor: Paulus Yoga


