Perbankan

Diterpa Kasus Dugaan Fraud Kredit Rp1,28 Triliun, Begini Tanggapan Bank Woori Saudara

Jakarta – Woori Bank Korea, salah satu bank terbesar di Korea Selatan, kini tengah diterpa kasus dugaan penipuan atau fraud kredit yang terjadi pada anak usahanya di Indonesia, yakni PT Bank Woori Saudara Indonesia 1906 Tbk (SDRA).

Berdasarkan pengumuman di laman resminya, manajamen Woori Bank Korea mengungkapkan skandal tersebut melibatkan perusahaan ekspor lokal berskala menengah dengan nilai kredit USD78,5 juta atau setara Rp1,28 triliun (kurs Rp16.298).

Menanggapi hal tersebut, Corporate Secretary Bank Woori Saudara Wuryanto Suyud mengatakan, publikasi tentang insiden keuangan yang umumkan secara resmi di website Woori Bank Korea, selaku perusahaan induk Bank Woori Saudara merupakan bentuk pengungkapan dan transparansi publik atas kejadian tertentu.

Baca juga: Laba Bank Woori Saudara Turun 26,04 Persen di 2024, Ini Penyebabnya

“Publikasi yang dilakukan Woori Bank Korea sebagai bentuk pengungkapan dan transparansi publik yang sesuai dengan ketentuan yang berlaku,” ujar Wuryanto dalam keterangan resminya dikutip 5 Juni 2025.

Lebih jauh dia melanjutkan, saat ini permasalahan tersebut dalam proses pemeriksaan internal. Pihaknya juga menegaskan bahwa, angka dugaan fraud yang dipublikasikan tersebut merupakan angka keseluruhan dari transaksi antara perseroan dengan nasabah yang terkait dengan masalah ini dan bukan nilai kerugian yang pasti.

“Nilai pasti dari jumlah kerugian masih dalam proses penelaahan dan belum dapat dipastikan hingga seluruh proses investigasi internal diselesaikan. Saat ini, kami tengah melakukan pemeriksaan secara menyeluruh terkait insiden tersebut sesuai dengan ketentuan yang berlaku,” tambahnya.

Baca juga: Awas! Ini Modus Fraud Kredit Perbankan yang Paling Sering Terjadi

Di sisi lain, Woori Bank Korea sebagai perusahaan induk, terus memberikan dukungan dan bantuan penuh kepada Bank Woori Saudara. Manajemen juga memastikan bahwa kegiatan operasional dan layanan di seluruh kantor cabang Bank Woori Saudara tetap berjalan normal.

“Bank berkomitmen akan terus menjaga kepercayaan nasabah serta seluruh pemangku kepentingan,” tutupnya. (*)

Editor: Galih Pratama

Muhamad Ibrahim

Berpengalaman sebagai jurnalis sejak 2014. Saat ini bertugas menulis tentang isu nasional, internasional, ekonomi, perbankan, industri keuangan non-bank (IKNB), hingga Badan Usaha Milik Negara (BUMN).

Recent Posts

Ketidakpastian Hukum di Sektor Keuangan: Ketika Risiko Dikriminalisasi dan Harga Dianggap Kartel

Oleh Anto Prabowo, Dosen FEB UNS Solo DI tengah dinamika kebijakan ekonomi nasional, munculnya dua… Read More

7 hours ago

Cetak SDM Unggul, BSN Gandeng Universitas Terbuka

Dalam program tersebut, BSN memberikan dukungan pembiayaan pendidikan bagi pegawai aktif yang memenuhi kriteria, baik… Read More

8 hours ago

CIMB Niaga Raih Penghargaan Most Trusted Financial Brand Awards 2026

Pada ajang tersebut, CIMB Niaga meraih tiga penghargaan, masing-masing pada kategori Produk Wealth Management untuk… Read More

10 hours ago

Konsistensi Fundamental, Tugu Insurance Catat Laba Rp711 Miliar di 2025

Poin Penting Tugu Insurance mencatat laba Rp711,06 miliar di 2025, meningkat dari Rp401,57 miliar (restated).… Read More

14 hours ago

ICEx Resmi Meluncur, Bangun Infrastruktur Bursa Kripto RI Berstandar Global

Poin Penting ICEx resmi diluncurkan sebagai platform infrastruktur aset kripto berstandar institusional, didukung modal USD70… Read More

18 hours ago

Melonjak 96 Persen, Transaksi di ICDX Tembus Rp12.477 T pada Kuartal I 2026

Poin Penting Notional value transaksi ICDX mencapai Rp12.477 triliun pada kuartal I 2026, melonjak 96%… Read More

19 hours ago