Poin Penting
- Transformasi harus dilakukan secara berkelanjutan, dimulai dari perubahan mindset, budaya kerja, hingga evaluasi proses bisnis.
- Disiplin eksekusi menjadi kunci agar strategi perusahaan berjalan efektif, efisien, dan berdampak bagi nasabah.
- Integritas merupakan fondasi kepemimpinan, sekaligus faktor utama dalam menjaga kepercayaan dan keberlanjutan bisnis.
Jakarta – Transformasi menjadi kebutuhan yang tidak dapat ditunda bagi industri perbankan di tengah persaingan yang semakin ketat. Namun, transformasi tidak hanya menyangkut pengembangan teknologi dan produk, melainkan juga perubahan kepemimpinan, pola pikir organisasi, hingga budaya kerja.
Direktur Utama Bank Mega Syariah, Yuwono Waluyo, mengatakan transformasi harus menjadi agenda yang dilakukan secara berkelanjutan. Menurutnya, strategi yang telah disusun pada awal tahun harus tetap fleksibel agar dapat disesuaikan dengan dinamika bisnis yang terus berubah.
“Saya bilang transformasi itu harus terjadi setiap saat. Pada awal tahun pasti kita berpikir, karena dinamikanya tinggi dengan yang saya harapkan segala sesuatunya harus cukup fleksibel bisa dilakukan perubahan,” ucap Yoyo, sapaan akrab Yuwono, dalam wawancara khusus dengan Infobanknews, Kamis, 23 Juli 2026.
Baca juga: Yuwono Waluyo: Menjaga Profitabilitas Berkelanjutan Lebih Penting dari Sekadar Tumbuh
Yoyo menilai transformasi dimulai dari perubahan pola pikir (mindset), yang mencakup mentalitas, kesabaran menghadapi tantangan, budaya kerja, hingga kedisiplinan dalam mengeksekusi strategi. Selain itu, seluruh proses bisnis perlu dievaluasi secara berkala agar perusahaan mampu meningkatkan efektivitas dan efisiensi secara berkelanjutan.
“Kalau kita tidak pernah mengubah mindset kita bahwa yang sekarang sudah yang terbaik menurut saya itu salah. Karena setiap yang sudah kita lakukan, proses itu dinamikanya banyak. Pada saat kita berpikir bahwa this is the best process, menurut saya enggak. Selalu ada room-room of improvement disitu. Sehingga itu butuh transformasi mindset ya,” ungkapnya.
Transformasi Harus Berdampak bagi Nasabah
Menurut Yoyo, perubahan pola pikir akan membuka peluang perbaikan di berbagai lini bisnis. Dampaknya tidak hanya meningkatkan efisiensi internal, tetapi juga menghadirkan layanan, produk, dan fitur yang semakin sesuai dengan kebutuhan nasabah.
“Transformation is a must. Itu yang saya coba bawa terus gitu. Di setiap proses kalau kita bisa memperhatikan semua proses itu secara detail, kalau kita dapat itu aja, berapapun impact-nya itu pasti akan berpengaruh. Kalau kita mau memperbaiki proses kita menjadi jauh lebih efektif dan efisien, impact-nya ada gak kepada nasabah? Pasti ada,” jelasnya.
Baca juga: Bank Mega Syariah Pacu Pertumbuhan Tabungan Haji
Ia menambahkan, transformasi hanya akan berjalan efektif jika diiringi disiplin dalam menjalankan setiap strategi yang telah dirancang. Menurutnya, disiplin eksekusi menjadi faktor penting untuk menjaga stabilitas organisasi.
“Jadi disiplin eksekusi itu menjadi penting sih. Untuk menjaga stabilitas semuanya. Sama ya detail tadi. Disiplin terus yang gak berhenti. Detail juga harus jadi salah satu tools yang memaksa kita harus terus belajar dan mendalami semua permasalahan yang ada,” tukasnya.
Integritas Jadi Fondasi Kepemimpinan
Selain itu, Yoyo menegaskan bahwa integritas merupakan nilai yang tidak bisa ditawar dalam membangun organisasi. Baginya, integritas menjadi fondasi utama untuk menjaga kepercayaan sekaligus memastikan perusahaan mampu menjalankan bisnis secara berkelanjutan.
“Satu lagi soal integritas. Integritas buat saya kalau ada satu yang bermain-main dengan integritas, buat saya selesai,” tegasnya. (*)
Editor: Yulian Saputra


