Poin Penting
- Xiaomi optimistis bisnis TV tetap tumbuh meski tingkat konsumsi televisi di Indonesia turun menjadi sekitar 70 persen
- Pasar TV dinilai masih besar, Xiaomi memperkuat lini bisnis melalui peluncuran Xiaomi TV S Mini LED
- Xiaomi melihat perubahan fungsi TV sebagai perangkat hiburan dan ekosistem digital menjadi peluang pertumbuhan bisnis.
Jakarta – Di tengah pesatnya perkembangan gawai dan platform digital, televisi (TV) memang tak lagi menjadi satu-satunya medium masyarakat untuk menikmati konten audiovisual.
Data Badan Pusat Statistik (BPS) periode 2018–2024 menunjukkan tingkat konsumsi televisi terus mengalami penurunan.
Pada 2018, hampir seluruh provinsi mencatat tingkat konsumsi TV di atas 90 persen, terutama di wilayah Jawa dan Sumatera.
Namun, pada 2024, angkanya turun ke kisaran 70–80 persen, seiring meningkatnya penggunaan perangkat digital lain sebagai sarana menikmati konten.
Meski demikian, Xiaomi Indonesia menilai tingkat konsumsi TV yang masih berada di kisaran 70 persen dari total populasi Indonesia sekitar 282 juta jiwa menunjukkan bahwa pasar televisi tetap besar dan memiliki prospek.
Baca juga: Begini Jurus TCL Garap Pasar TV Premium di RI
“Itulah mengapa kami juga masih terus mengeluarkan produk-produk TV yang memang sangat dibutuhkan oleh masyarakat Indonesia,” kata Head of PR Xiaomi Indonesia, Abee Hakiim, Kamis, 6 Agustus 2026.
Menurut Abee, fungsi televisi kini telah berkembang, tidak hanya untuk menonton siaran, tetapi juga sebagai elemen estetika di rumah, layar pengganti desktop komputer, hingga perangkat untuk menikmati layanan streaming.
“Jadi kami melihat bahwa orang-orang Indonesia itu selain mengonsumsi (TV) untuk hiburan, bahkan kadang-kadang sudah ke ranah estetik atau art installation,” beber Abee.
Ia menambahkan, televisi juga menjadi perangkat pelengkap ekosistem digital yang terhubung dengan smartphone maupun laptop. Karena itu, Xiaomi masih menjadikan produk TV sebagai salah satu lini bisnis strategis.
Untuk mendorong penjualan, perusahaan mengandalkan sejumlah strategi, mulai dari peningkatan kualitas produk, harga yang kompetitif, layanan garansi dan purnajual, hingga berbagai program promosi.
Abee menyebut lini bisnis TV masih memberikan kontribusi positif bagi perusahaan, meski tidak merinci besaran porsinya terhadap total pendapatan.
“Lini Xiaomi TV ini sangat menarik dan sangat berkontribusi baik, lah. (Xiaomi TV) menarik di masyarakat Indonesia, karena kadang-kadang kami melihat bahwa di beberapa platform ada yang performanya bagus dan sebagainya,” tegas Abee.
Luncurkan Xiaomi TV S Mini LED
Sebagai bentuk keseriusannya di pasar televisi, Xiaomi Indonesia juga meluncurkan Xiaomi TV S Mini LED yang tersedia dalam ukuran 55 inci hingga 98 inci.
Product Marketing Manager Xiaomi Indonesia, Andriani Pratama Putri, mengatakan produk tersebut dirancang untuk menjawab kebutuhan konsumen yang kini semakin mengutamakan kualitas tampilan dibanding sekadar ukuran layar.
“Orang-orang sudah melek, mulai dari rasio harus yang tinggi, kemudian juga resolusinya harus tinggi, warnanya lebih tajam, warna dan juga detailnya harus kontras. Nah, itulah mengapa hari ini kita ingin memperkenalkan kembali (produk) ini,” katanya.
Baca juga: DMMX Bawa Teknologi Digital Cloud Signage Berbasis AI ke Gerai Xiaomi di Amerika Selatan
Xiaomi TV S Mini LED dibekali resolusi 4K, HDR10+, panel Quantum Dot Mini LED, refresh rate native 144 Hz, serta sistem operasi HyperOS yang memungkinkan integrasi dengan perangkat Xiaomi lainnya.
Produk tersebut dipasarkan mulai Rp8.990.000 untuk ukuran 55 inci hingga Rp39.990.000 untuk varian 98 inci.
“Xiaomi ingin menghadirkan dari teknologi yang bertujuan mempermudah kehidupan penggunanya,” tukasnya. (*) Mohammad Adrianto Sukarso


