Poin Penting:
- Kapolri menegaskan hubungan Polri dan Kejaksaan Agung tetap solid meski muncul sorotan terkait kasus Febrie Adriansyah.
- Pertemuan Kapolri dengan Panglima TNI dilakukan untuk memperkuat sinergi dan soliditas TNI-Polri sesuai arahan Presiden.
- TNI memastikan pertemuan kedua pimpinan institusi tidak membahas kasus tertentu dan hanya bertujuan memperkuat kolaborasi.
Jakarta – Kapolri Jenderal Pol. Listyo Sigit Prabowo melakukan silaturahmi ke Kejaksaan Agung dan Markas Besar TNI di Jakarta, Senin (13/7).
Kunjungan ini dilakukan di tengah sorotan publik terhadap kasus dugaan korupsi yang menyeret mantan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus, Febrie Adriansyah.
Kapolri menegaskan silaturahmi tersebut untuk menegaskan soliditas antarlembaga dan memperkuat sinergi dalam mengawal program pemerintah.
Dalam pertemuan dengan Jaksa Agung ST Burhanuddin, Listyo menegaskan hubungan Polri dan Kejaksaan Agung tetap berjalan baik.
Ia memastikan tidak ada persoalan yang mengganggu kerja sama kedua institusi.
“Saya pastikan di sini, apalagi kita bersama antara Bapak Jaksa Agung dan seluruh pejabat utama Adhyaksa, saya didampingi Wakapolri dan pejabat utama Mabes Polri, tentunya kami sama-sama sepakat dan menyampaikan kepada seluruh jajaran bahwa tidak ada masalah di antara dua institusi ini,” kata Listyo, dikutip Antara.
Pernyataan itu disampaikan saat menjawab pertanyaan awak media mengenai hubungan Polri dan Kejaksaan Agung setelah mencuatnya kasus dugaan korupsi yang menyeret Febrie Adriansyah.
Baca juga: Eks Jampidsus Febrie Adriansyah Dicekal ke Luar Negeri Usai Jadi Tersangka Kasus Korupsi
Kapolri Tegaskan Hubungan Polri dan Kejagung Tetap Solid
Kapolri menegaskan kunjungan ke Kejagung merupakan bagian dari upaya mempererat silaturahmi dan memperkuat soliditas kedua lembaga.
“Tadi kami sepakat bahwa akan terus bersilaturahmi. Setelah ini ditindaklanjuti di jajaran di tingkat provinsi maupun kabupaten karena kami juga menyadari bahwa banyak agenda-agenda program pemerintah yang tentunya juga harus kami jaga, harus kami kawal,” ujarnya.
Jaksa Agung ST Burhanuddin menyatakan sinergi antara Kejaksaan Agung dan Polri telah terjalin sejak lama. Menurutnya, kerja sama itu juga menjadi amanat peraturan perundang-undangan.
“Sinergi kita sudah dilakukan sejak lama karena undang-undang juga mengharuskan kita memang harus bersinergi. Dan tentunya hari ini kami lengkapi pada teman-teman yang belum tahu bagaimana bersinerginya kami, inilah bentuk kami,” katanya.
Burhanuddin menegaskan kedua institusi memiliki tujuan yang sama, yakni menghadirkan rasa aman dan keadilan bagi masyarakat.
“Kami mempunyai tujuan yang sama dan kami tidak bisa dipisah-pisahkan,” ujarnya.
Kapolri dan Panglima TNI Perkuat Sinergi
Listyo Sigit juga melakukan silaturahmi dengan Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto di Mabes TNI, Cilangkap, Jakarta Timur.
Pertemuan itu disebut sebagai tindak lanjut arahan Presiden Prabowo Subianto agar soliditas TNI dan Polri terus dijaga.
“Karena ini adalah kunci utama agar negara kita, sebagaimana apa yang diharapkan oleh Bapak Presiden, terus bisa menjalankan program-program kebijakan dari Bapak Presiden, dan itu semuanya bisa berjalan kalau TNI dan Polri solid,” kata Listyo Sigit.
Ia menilai kekompakan TNI dan Polri menjadi fondasi penting untuk menjaga stabilitas nasional. Karena itu, komunikasi, koordinasi, dan kerja sama antarlembaga akan terus diperkuat.
“Karena banyak yang memiliki kepentingan untuk memecah belah TNI dan Polri, jadi di kesempatan ini, tentunya kami bersama para pejabat utama dalam hal ini akan terus meningkatkan sinergisitas, soliditas dengan TNI,” ujarnya.
Listyo Sigit juga membuka ruang komunikasi apabila muncul persoalan yang perlu dibahas bersama.
“Terkait dengan hal-hal yang mungkin harus dibicarakan, harus dikomunikasikan karena ada hal-hal yang mungkin berusaha untuk memecah belah TNI-Polri, silakan untuk bisa langsung berkomunikasi dengan seluruh pejabat utama yang ada. Kami terbuka untuk itu,” katanya.
Baca juga: Siapa Febrie Adriansyah dan Kenapa Rumahnya Dijaga Ketat Tentara?
TNI: Pertemuan Tidak Bahas Kasus Tertentu
Kepala Pusat Penerangan Mabes TNI Mayjen TNI Muhammad Nas menegaskan pertemuan Panglima TNI dan Kapolri tidak berkaitan dengan penanganan perkara tertentu.
Menurutnya, agenda tersebut murni silaturahmi untuk memperkuat kolaborasi dan solidaritas kedua institusi.
“Silaturahmi biasa, tidak ada pembahasan spesifik dan tidak ada hubungan dengan isu-isu saat ini,” kata Nas.
Saat ditanya mengenai materi pembahasan, Nas mengatakan tidak ada agenda khusus yang dibahas dalam pertemuan tersebut.
“Tidak ada pembahasan, yang pasti menunjukkan soliditas TNI Polri,” katanya.
Rangkaian kunjungan Kapolri ke Kejaksaan Agung dan Mabes TNI menjadi penegasan bahwa sinergi antarlembaga tetap dijaga di tengah perhatian publik terhadap kasus Febrie Adriansyah.
Kedua pertemuan itu juga menekankan komitmen memperkuat koordinasi untuk menjaga stabilitas dan mendukung pelaksanaan program pemerintah. (*)
Editor: Galih Pratama


