DBS Indonesia Gandeng Mandiri Investasi Rilis ETF Gold BlackRock, Begini Targetnya
Page 2

DBS Indonesia Gandeng Mandiri Investasi Rilis ETF Gold BlackRock, Begini Targetnya


Kemudahan dan Fleksibilitas Investasi Emas

Sementara itu, Consumer Banking Director Bank DBS Indonesia Melfrida Gultom menambahkan bahwa emas terbukti menjadi pilihan masyarakat sebagai stabilizer di tengah dinamika pasar global, yang menuntut investor memilih instrumen yang tak hanya mempertahankan nilai, tetapi juga fleksibilitas akses.

“Melalui kemitraan dengan Mandiri Investasi, kami menyediakan akses investasi emas yang praktis untuk mendukung strategi pengelolaan kekayaan jangka panjang,” imbuh Melfrida.

KPD ETF Gold menghadirkan cara baru berinvestasi emas yang fleksibel, efisien, dan terjangkau. Investor dapat memperoleh eksposur langsung terhadap pergerakan harga emas global dengan biaya kompetitif dan mekanisme yang lebih praktis dibandingkan kepemilikan emas fisik, sekaligus menikmati transparansi harga dan likuiditas memadai.

Baca juga: Daftar Harga Terbaru Emas Antam, Galeri24 dan UBS Hari Ini Senin (24/11) 

Produk KPD ETF Gold yang dikelola Mandiri Investasi menggunakan underlying iShares Gold Trust (IAU), ETF global besutan BlackRock yang dirancang untuk mengikuti pergerakan harga emas fisik secara akurat. Produk ini sesuai untuk investor berprofil risiko agresif dengan horizon investasi jangka menengah yang menginginkan eksposur emas melalui instrumen yang lebih modern dan terukur.

Mandiri Investasi dan DBS Indonesia Perkuat Nilai Tambah Nasabah

Sebagai salah satu manajer investasi nasional terbesar di Indonesia, Mandiri Investasi terus memperkuat posisinya sebagai pemimpin inovasi di industri asset management. Portofolio produknya yang beragam mencakup ETF, reksa dana pasar uang, pendapatan tetap, reksa dana campuran, saham, produk investasi alternatif, hingga produk berbasis ESG.

Distribusi produk-produk ini didukung oleh jaringan Mandiri Investasi yang terdiri atas 43 partner distribusi bank, perusahaan sekuritas, dan penyedia layanan fintech di Indonesia maupun Singapura. Secara konsolidasi bersama Mandiri Investment Singapore, dana kelolaan Mandiri Investasi telah mencapai lebih dari Rp62 triliun.

Sedangkan Bank DBS Indonesia melengkapi kolaborasi ini dengan keunggulan jaringan regional dan solusi pengelolaan kekayaan yang tepercaya, sehingga memperkuat nilai tambah bagi nasabah dalam mengakses peluang investasi yang lebih luas.

Baca juga: DBS Proyeksikan Ekonomi Indonesia Tumbuh 4,8 Persen di 2025

Bank DBS Indonesia juga menyediakan riset mendalam dan panduan pasar yang akurat melalui tim ahli. Mengusung semangat Live more, Bank less, Bank DBS Indonesia berkomitmen menghadirkan layanan yang sederhana, intuitif, dan relevan untuk membantu nasabah menjaga ketahanan dan pertumbuhan kekayaan di tengah dinamika pasar.

“Produk ini dirancang untuk investor yang ingin mengintegrasikan emas sebagai bagian dari strategi portofolio jangka menengah, sambil tetap mengandalkan manajemen aktif untuk menjaga kinerja investasi,” tukas Direktur Mandiri Investasi, Hardiyanto Pilia. (*) Steven Widjaja

Related Posts

News Update

Netizen +62