Poin Penting:
- Danantara mendorong PalmCo memperluas bisnis dari pasar domestik menuju pasar ekspor.
- PalmCo akan memanfaatkan kelebihan pasokan setelah memenuhi kewajiban pasar domestik.
- PalmCo menyiapkan pembangunan refinery di luar negeri untuk meningkatkan nilai tambah produk.
Jakarta – Badan Pengelola Investasi (BPI) Daya Anagata Nusantara (Danantara) mengubah arah bisnis PalmCo dengan membidik pasar minyak sawit global. Strategi tersebut dilakukan melalui peningkatan ekspor dan rencana pembangunan fasilitas pengolahan.
Langkah ini menandai pergeseran PalmCo dari perusahaan berorientasi domestik. Ekspansi tersebut juga diarahkan untuk memperkuat posisi PalmCo sebagai pemain global.
Kepala BP BUMN sekaligus COO Danantara Dony Oskaria telah membahas strategi tersebut. Pertemuan dilakukan bersama jajaran direksi PalmCo untuk membahas transformasi bisnis.
Baca juga: Purbaya Gandeng Swasta dan Danantara Dorong Ekonomi 6 Persen di 2027
Danantara Dorong PalmCo Perbesar Pasar Ekspor
Dony mengatakan PalmCo sebelumnya lebih banyak mengandalkan pasar dalam negeri. Kini, perusahaan diarahkan memanfaatkan kelebihan pasokan untuk memperluas ekspor.
“Yang dulunya semuanya mayoritas adalah (pasar) di dalam negeri, sekarang kami ingin penetrasi ke ekspor, dari kelebihan DMO yang kita miliki. Kami bisa ekspor, itu tahap satu,” ujar Dony dalam keterangan resmi yang dikonfirmasi Antara dari Jakarta, Selasa (2/9).
Kelebihan tersebut muncul setelah PalmCo memenuhi kewajiban pasar domestik. Kondisi itu membuka ruang bagi perusahaan untuk meningkatkan penetrasi ke pasar internasional.
Ekspansi ekspor menjadi tahap awal perubahan model bisnis PalmCo. Perusahaan selanjutnya diarahkan membangun kapasitas bisnis yang lebih kuat di luar negeri.
PalmCo Siapkan Hilirisasi hingga Luar Negeri
Transformasi PalmCo tidak berhenti pada peningkatan ekspor produk sawit. Perusahaan juga menyiapkan strategi hilirisasi melalui pembangunan fasilitas pengolahan di luar negeri.
Fasilitas tersebut berupa refinery yang akan mengolah minyak sawit sebelum dipasarkan. Langkah ini diharapkan mampu meningkatkan nilai tambah produk PalmCo.
“Kami mau bangun refinery di luar, sehingga kami nanti bisa menjadi refined palm oil,” ujar Dony.
Rencana tersebut memperluas ruang bisnis PalmCo di rantai industri sawit global. Perusahaan tidak lagi hanya mengandalkan penjualan produk dari pasar domestik.
Baca juga: Rapor BUMN Setelah Setahun Danantara Berdiri
Strategi Baru Perkuat Daya Saing PalmCo
Pengembangan fasilitas pengolahan menjadi bagian penting dalam transformasi PalmCo. Strategi itu diarahkan untuk meningkatkan daya saing perusahaan di industri sawit global.
PalmCo diharapkan memiliki kapasitas lebih besar dalam menjangkau pasar internasional. Perubahan tersebut sekaligus memperluas jangkauan bisnis perusahaan.
Dengan model baru ini, PalmCo bergerak menuju perusahaan berorientasi global. Danantara menempatkan ekspor dan hilirisasi sebagai pijakan utama perubahan tersebut.
Transformasi itu menjadi langkah untuk memperluas kapasitas dan daya saing PalmCo. Danantara mendorong PalmCo keluar dari dominasi pasar domestik menuju persaingan global. (*)
Editor: Galih Pratama


