Poin Penting
- Danantara menyebut transformasi BUMN mulai menunjukkan hasil positif.
- Laba Pupuk Indonesia dan Pertamina meningkat signifikan.
- Krakatau Steel, Kimia Farma, Len Industri, dan Semen Indonesia berhasil memperbaiki kinerja keuangan.
Jakarta – CEO Danantara Indonesia, Rosan Roeslani, menyatakan transformasi Badan Usaha Milik Negara (BUMN) mulai menunjukkan hasil nyata. Menurutnya, kekuatan BUMN kini tidak hanya diukur dari besarnya aset atau laba, tetapi juga dari kontribusinya terhadap pembangunan ekonomi nasional.
Rosan mengatakan transformasi BUMN yang dikelola melalui Danantara Indonesia diarahkan agar perusahaan-perusahaan pelat merah tidak hanya menjadi mesin pencetak keuntungan, tetapi juga menjadi penggerak pertumbuhan ekonomi melalui pembiayaan sektor produktif dan peningkatan daya saing.
Baca juga: Kemenkeu, BI, dan Danantara Bisa jadi Pemegang Saham BEI, Pengamat Soroti Independensi Bursa
Kinerja BUMN Strategis Meningkat
Rosan menjelaskan perbaikan kinerja mulai terlihat di sejumlah BUMN strategis. Sepanjang periode April 2025 hingga April 2026, PT Pupuk Indonesia mencatat kenaikan laba konsolidasi dari Rp1,59 triliun menjadi Rp4,82 triliun.
Pada periode yang sama, PT Pertamina (Persero) membukukan pertumbuhan laba konsolidasi dari Rp13,9 triliun menjadi Rp24,97 triliun.
“Kinerja positif turut terjadi di berbagai sektor lain, mulai dari perbankan, logistik, hingga industri manufaktur,” ujarnya, dikutip Kamis, 2 Juli 2026.
Baca juga: Kapitalisasi Pasar Himbara Tembus Rp1,1 Kuadriliun, Danantara Ungkap Dampaknya
Menurut Rosan, pertumbuhan laba di berbagai sektor menunjukkan bahwa transformasi tata kelola dan konsolidasi pengelolaan BUMN mulai memberikan dampak yang lebih luas, bukan sekadar memperbaiki kinerja perusahaan tertentu.
Sejumlah BUMN Berhasil Berbalik Untung
Sementara itu, transformasi BUMN juga tecermin dari keberhasilan sejumlah perusahaan pelat merah membalikkan kondisi keuangan yang sebelumnya merugi.
PT Krakatau Steel, misalnya, berhasil mengubah kerugian sebesar Rp981 miliar menjadi laba Rp635 miliar. Perseroan juga menurunkan beban utang dari sekitar USD1,7 miliar menjadi USD1,1 miliar.
“Pertumbuhan juga terjadi di berbagai sektor lain, mulai dari perbankan, logistik, hingga industri manufaktur,” jelasnya.
Baca juga: DPR Minta Restrukturisasi BUMN Berbasis KPI, Darmadi: Jangan Sampai Timbulkan PHK
Selain itu, PT Kimia Farma membalikkan kerugian Rp160 miliar menjadi laba Rp108 miliar. PT Len Industri juga mencatat perbaikan kinerja dari rugi Rp228 miliar menjadi laba Rp314 miliar.
Sementara itu, PT Semen Indonesia berhasil meningkatkan kinerjanya dari rugi Rp66 miliar menjadi laba Rp106 miliar. (*)
Editor: Yulian Saputra


