Poin Penting
- BI menahan BI Rate di 5,75 persen, Panin masih melihat peluang naik ke 6,25 persen
- Ruang kenaikan suku bunga kian terbatas, tetapi risiko global tetap perlu diwaspadai
- IHSG ditutup melemah tipis 0,09 persen usai keputusan BI.
Jakarta – Bank Indonesia (BI) kembali mempertahankan suku bunga acuan atau BI Rate di level 5,75 persen dalam Rapat Dewan Gubernur (RDG) BI periode Juli 2026.
Menanggapi keputusan tersebut, Panin Sekuritas menilai langkah BI sejalan dengan proyeksinya. Menurut perusahaan sekuritas itu, bank sentral kini memasuki fase wait and see setelah menaikkan BI Rate sebesar 100 basis poin (bps) sejak Mei 2026, sembari tetap mempertahankan sikap kebijakan yang hawkish.
“Kami tetap mempertahankan pandangan kami, di mana BI Rate masih memiliki ruang kenaikan hingga 6,25 persen pada tahun ini seiring prospek inflasi yang naik hingga batas atas BI di 3,5 persen yoy dan defisit transaksi berjalan yang akan melebar membuat buffer eksternal relatif menipis,” tulis analis Panin Sekuritas dalam risetnya di Jakarta, 23 Juli 2026.
Baca juga: BI Tahan Suku Bunga Acuan di Level 5,75 Persen pada Juli 2026
Senada, Pengamat Pasar Modal sekaligus Founder Republik Investor, Hendra Wardana, menilai keputusan BI belum dapat dimaknai sebagai berakhirnya siklus pengetatan kebijakan moneter.
Meski demikian, keputusan tersebut memberikan sinyal bahwa ruang kenaikan suku bunga semakin terbatas, selama tekanan inflasi domestik tetap terkendali dan stabilitas nilai tukar rupiah terjaga.
“Saat ini fokus utama BI bukan lagi semata-mata inflasi, melainkan menjaga keseimbangan antara stabilitas nilai tukar, arus modal asing, serta momentum pemulihan ekonomi,” ujar Hendra dalam kesempatan terpisah.
Dengan kondisi tersebut, peluang BI untuk kembali menaikkan suku bunga dinilai relatif kecil. Namun, kenaikan masih dimungkinkan apabila terjadi eskalasi risiko global, seperti lonjakan harga minyak akibat konflik di Timur Tengah atau penguatan dolar AS yang kembali menekan nilai tukar rupiah.
Baca juga: BI Pilih Insentif Ketimbang Naikkan Suku Bunga untuk Tarik Modal Asing
Di sisi lain, peluang penurunan suku bunga juga belum terbuka dalam waktu dekat. BI masih perlu memastikan stabilitas sektor eksternal benar-benar terjaga hingga akhir tahun.
Sementara itu, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sempat tertekan pada sesi pertama perdagangan Rabu (22/7) setelah keputusan BI diumumkan dan rupiah melemah.
Meski demikian, IHSG mampu memangkas sebagian besar pelemahannya dan ditutup turun tipis 0,09 persen ke level 6.334. (*)
Editor: Galih Pratama


