Poin Penting
- Danantara Asset Management resmi mengakuisisi empat manajer investasi BUMN yang mengelola dana lebih dari Rp170 triliun dan akan digabung dalam satu entitas
- Danantara menandatangani SPA akuisisi MMI, BRI MI, BNI AM, dan PNM IM. Keempatnya ditargetkan merger menjadi perusahaan manajer investasi terbesar di Indonesia
- Danantara mengambil alih kendali empat manajer investasi BUMN sebagai bagian dari restrukturisasi industri, dengan nilai transaksi PNM IM mencapai Rp345 miliar.
Jakarta – PT Danantara Asset Management (PT DAM) secara resmi menandatangani Share Purchase Agreement (SPA) atau Perjanjian Pembelian Saham atas saham PT Mandiri Manajemen Investasi (MMI), PT BRI Manajemen Investasi (BRI MI), PT BNI Asset Management (BNI AM), dan PT PNM Investment Management (PNM IM) pada Rabu (22/7).
Chief Operating Officer Danantara Indonesia, Dony Oskaria, mengatakan bahwa pengambilalihan pengendalian empat manajer investasi BUMN ke DAM tersebut bukan sekadar transaksi pembelian saham, melainkan langkah besar untuk membangun kekuatan baru dalam industri manajemen investasi nasional.
Menurutnya, keempat perusahaan ini memiliki pengalaman, jaringan, dan kapabilitas yang kuat, serta secara kolektif mengelola dana lebih dari Rp170 triliun. Danantara Indonesia akan memastikan seluruh kekuatan tersebut diarahkan melalui strategi dan tata kelola yang semakin baik agar mampu tumbuh lebih kuat, lebih kompetitif, dan memberikan nilai tambah yang lebih besar bagi perekonomian Indonesia.
Baca juga: Danantara Buka Pendaftaran Lenders Panel untuk Pembiayaan Proyek PSEL
“Dalam satu bulan ke depan, keempat asset management ini akan melakukan merger menjadi satu perusahaan manajemen aset terbesar di Indonesia. Proses ini merupakan bagian dari streamlining yang sedang dilakukan oleh Danantara Indonesia,” ucap Dony dalam keterangan resmi di Jakarta, 23 Juli 2026.
Dalam keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), DAM sebagai pemegang saham seri B terbanyak Bank Mandiri, melakukan pengalihan saham MMI dari PT Mandiri Sekuritas (Mansek) dan Koperasi Simpan Pinjam Pegawai Bank mandiri (Mandiri MCO).
Berdasarkan hal itu, atas pengalihan seluruh saham MII, yang terdiri dari 1.499 lembar saham milik Mansek dan satu lembar saham milik Mandiri MCO telah dilakukan penandatanganan akta jual beli saham (AJB) pada Rabu.
Lebih lanjut, BRI selaku pemegang saham BRI MI juga telah melakukan penandatanganan AJB kepada DAM atas 19.500.000 lembar saham.
Jumlah tersebut setara dengan 65 persen dari seluruh modal ditempatkan dan disetor yang dikeluarkan oleh BRI MI.
Untuk saham BNI AM sebanyak 39.960.000 saham juga dilakukan melalui penandatanganan AJB dengan PT BNI Sekuritas selaku perusahaan terkendali BNI AM dan secara resmi telah dijual kepada DAM.
Baca juga: Ekonom: Keanggotaan IFSWF Perkuat Kepercayaan Investor terhadap Danantara
Adapun, PT Permodalan Nasional Madani (PNM) sebagai pemegang saham PNM IM telah melakukan penandatanganan akta pengambilalihan saham kepada DAM sebanyak 109.999 lembar saham.
Angka itu setara dengan 99,999 persen dari seluruh modal ditempatkan dan disetor yang dikeluarkan oleh PNM IM, di mana total nilai transaksi sebesar Rp345 miliar. (*)
Editor: Galih Pratama


