Poin Penting
- IHSG menguat 0,34 persen ke level 6.196,43 pada pekan 20-24 Juli 2026, ditopang saham MPRO, BUMI, DSSA, BRMS, dan MLPT
- Aktivitas perdagangan BEI meningkat, dengan volume transaksi harian melonjak 66,88 persen, nilai transaksi naik 41,21 persen, dan frekuensi transaksi bertambah 14,4 persen
- Investor asing masih mencatat net sell Rp1,36 triliun pada 24 Juli 2026, sehingga akumulasi jual bersih sepanjang 2026 mencapai Rp79,09 triliun.
Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mencatatkan penguatan sebesar 0,34 persen sepanjang perdagangan periode 20-24 Juli 2026. IHSG ditutup di level 6.196,43, naik dari posisi 6.175,53 pada pekan sebelumnya.
Sejalan dengan penguatan IHSG, kapitalisasi pasar Bursa Efek Indonesia (BEI) juga meningkat 1,13 persen menjadi Rp10.870 triliun, dibandingkan Rp10.749 triliun pada pekan sebelumnya.
Baca juga: IHSG Sepekan Menguat 0,34 Persen, Kapitalisasi Pasar jadi Rp10.749 Triliun
Berdasarkan data BEI, terdapat lima saham yang menjadi top leaders atau kontributor utama terhadap penguatan IHSG selama sepekan, yakni:
- PT Maha Properti Indonesia Tbk (MPRO) memberikan kontribusi 15,29 poin terhadap IHSG, dengan harga saham melonjak 45,71 persen.
- PT Bumi Resources Tbk (BUMI) menyumbang 7,72 poin ke IHSG, seiring kenaikan harga saham sebesar 14,0 persen.
- PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA) memberikan kontribusi 6,00 poin terhadap IHSG, dengan harga saham naik 8,75 persen.
- PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS) menyumbang 5,95 poin terhadap penguatan IHSG, didukung kenaikan harga saham sebesar 7,34 persen.
- PT Multipolar Technology Tbk (MLPT) memberikan kontribusi 5,74 poin ke IHSG, dengan harga saham melesat 51,97 persen.
Di sisi aktivitas perdagangan, rata-rata volume transaksi harian BEI mencatatkan kenaikan tertinggi, yakni 66,88 persen menjadi 43,68 miliar lembar saham, dari 26,17 miliar lembar saham pada pekan sebelumnya.
Sementara itu, rata-rata nilai transaksi harian turut meningkat 41,21 persen menjadi Rp19,76 triliun, dibandingkan Rp13,99 triliun pada pekan sebelumnya.
Baca juga: Investor Global Kembali Borong Saham RI, Valuasi Murah Jadi Magnet
Adapun rata-rata frekuensi transaksi harian naik 14,4 persen menjadi 2,67 juta kali transaksi, dari 2,33 juta kali transaksi pada pekan lalu.
Dari sisi aliran dana asing, pada Jumat (24/7) investor asing mencatatkan aksi jual bersih (net sell) sebesar Rp1,36 triliun.
Secara akumulatif sepanjang 2026, investor asing masih membukukan nilai jual bersih sebesar Rp79,09 triliun. (*)
Editor: Galih Pratama


