Jakarta–PT Bank CIMB Niaga Tbk (CIMB Niaga) tengah fokus memperkuat sistem informasi teknologinya (IT) pada tahun ini. Guna memuluskan nilainya tersebut, CIMB Niaga akan mengalokasikan dana belanja modal sebesar Rp2 triliun,
Direktur Keuangan Bank CIMB Niaga, Wan Razly mengatakan lebih dari 50 persen alokasi dana belanja modal akan digunakan untuk pengembangan sistem informasi teknologi yang sifatnya customer facing.
Pengembangan sistem IT ini merupakan kelanjutan dari peningkatan sistem yang pada tahun lalu sudah dilakukan untuk operasional perusahaan. “Kami mau digital banking perusahaan dapat dijadikan tools untuk jualan,” katanya di Jakarta kemarin.
Lebih lanjut dirinya mengatakan, dalam tahap awal pengembangan sistem IT, perseroan berkeinginan setiap mesin ATM-nya dapat digunakan untuk media jualan produk perbankan lainnya. (Bersambung ke halaman berikutnya)
Apalagi dari total nasabah yang berjumlah sekitar 5 juta orang, 2 juta di antaranya merupakan nasabah pengguna digital banking Bank CIMB Niaga sendiri.
Baca juga: Tahun Ini, CIMB Niaga Syariah Andalkan Consumer Banking
“Saat ini hampir 90 persen hingga 92 persen dari jumlah transaksi keuangan nasabah dilakukan lewat digital banking,” tambahnya.
Di samping itu, perseroan juga bakal menutup puluhan kantor cabang operasionalnya dan menggabungkannya ke dalam satu kantor. Hal itu dilakukan untuk mengejar efisiensi operasional perbankan dan intensifikasi bisnis digital banking perusahaan. “Untuk SDM-nya kami akan tambah jumlah pegawai,” tutupnya. (*)
Editor: Paulus Yoga


