Daya Beli hingga Risiko PHK jadi Sorotan
Celios memperkirakan dampak kenaikan harga Pertamax akan menjalar ke berbagai sektor, mulai dari penurunan daya beli kelompok kelas menengah dan aspiring middle class, meningkatnya jumlah penduduk rentan miskin, hingga kenaikan harga bahan pangan
Selain itu, percepatan transmisi kenaikan suku bunga kredit, meningkatnya potensi pemutusan hubungan kerja (PHK) pada kuartal III, hingga risiko meningkatnya kriminalitas dan gejolak sosial juga menjadi perhatian.
Baca juga: IHSG dan Rupiah Tiba-tiba Kompak “Meledak”, Apa Sentimen Pendorongnya?
Usulkan Evaluasi Program MBG
Lebih lanjut, Media Wahyudi Askar menilai pemerintah masih memiliki alternatif untuk mengurangi tekanan fiskal selain menaikkan harga BBM, salah satunya dengan mengevaluasi program Makan Bergizi Gratis (MBG) agar lebih tepat sasaran.
“Jika MBG dirombak ulang, hanya untuk yang membutuhkan (targeted), biayanya hanya Rp117 triliun. Tapi itu kemungkinan tidak dipilih pemerintah karena kontrak dengan dapur-dapur SPPG sudah berjalan. Struktur rentenya sudah terlanjur terbentuk.” jelasnya.
Baca juga: MBG Butuh 4,8 Miliar Kemasan Susu pada 2026, Produksi Nasional Baru Penuhi 49,7 Persen
Menurutnya, pemerintah memiliki empat opsi menghadapi tekanan defisit fiskal, yakni merombak program MBG, menambah utang, menaikkan pajak, atau menaikkan harga BBM.
“Menambah utang semakin sulit karena biaya pinjaman negara sedang tinggi. Beberapa hari lalu, Pemerintah menerbitkan PP mengejar tambahan pajak dari sektor UMKM. Hari ini, pemerintah menaikkan harga Pertamax,” tegasnya. (*)
Editor: Yulian Saputra


