Poin Penting
- UUS Maybank Indonesia mendorong kolaborasi lintas sektor untuk membangun ekosistem ekonomi syariah yang terintegrasi
- Pendekatan end-to-end: Tidak hanya pembiayaan, tetapi juga layanan terintegrasi seperti payroll, operasional, investasi, hingga pembiayaan individu dalam satu ekosistem
- Arah ekspansi & dampak: Strategi diperluas ke sektor kesehatan, pendidikan, F&B, dan komunitas, sekaligus mendukung ESG serta membuka peluang bagi UMKM.
Jakarta — PT Bank Maybank Indonesia Tbk melalui Unit Usaha Syariah (UUS) terus memperkuat peran dalam pengembangan ekonomi syariah di Indonesia.
Direktur Unit Usaha Syariah Maybank Indonesia, Romy Buchari, mengatakan pengembangan ekosistem halal membutuhkan kolaborasi lintas sektor yang saling terhubung.
“Melalui pendekatan ini, kami menghadirkan solusi keuangan syariah yang tidak hanya relevan secara bisnis, tetapi juga mampu mendukung aktivitas ekonomi masyarakat secara menyeluruh,” ujarnya dikutip 16 April 2026.
Ia bilang, implementasi strategi tersebut antara lain terlihat di sektor kesehatan. Maybank Indonesia tidak hanya menyediakan pembiayaan bagi institusi, tetapi juga mendukung pengadaan dan pengembangan sarana prasarana, kebutuhan operasional, hingga ekspansi usaha.
Baca juga: Maybank Indonesia Buka Rencana 2026, Targetkan Kredit Tumbuh hingga 10 Persen
Selain itu, perseroan juga menawarkan layanan terintegrasi seperti pengelolaan payroll, transaksi operasional, layanan investasi, hingga pembiayaan bagi karyawan dan individu dalam ekosistem terkait.
“Dengan pendekatan ini, institusi tidak hanya memperoleh akses pendanaan, tetapi juga sistem keuangan yang mendukung keberlanjutan operasional,” jelas Romy.
Secara analitis, Romy mengklaim, strategi ini mencerminkan pergeseran peran perbankan syariah dari sekadar penyalur pembiayaan menjadi enabler dalam membangun ekosistem ekonomi halal yang saling terhubung.
Ke depan, Maybank Indonesia berencana memperluas pendekatan serupa ke berbagai sektor lain seperti pendidikan, food and beverage (F&B), serta layanan berbasis komunitas.
“Langkah ini diharapkan dapat memperkuat konektivitas antar sektor sekaligus meningkatkan produktivitas ekonomi syariah,” kata Romy.
Baca juga: Maybank Marathon 2026 Ditargetkan Dongkrak Ekonomi Bali Rp300 Miliar
Di sisi lain, inisiatif ini juga selaras dengan prinsip keberlanjutan atau environmental, social, and governance (ESG), khususnya dalam mendorong dampak sosial melalui penguatan sektor-sektor esensial.
Pengembangan ekosistem halal juga dinilai membuka peluang lebih luas bagi usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) untuk terlibat dalam rantai nilai. (*)
Editor: Galih Pratama







