Poin Penting
- BTN ekspansi ke ekosistem koperasi pasar lewat kemitraan dengan INKOPPAS untuk mendorong digitalisasi dan inklusi keuangan pedagang
- Fokus layanan digital dan pembiayaan, termasuk QRIS, EDC, Bale Agen, serta penyaluran KUR dan kredit produktif bagi anggota koperasi
- Pendekatan ekosistem tingkatkan kualitas kredit, dengan data transaksi lebih komprehensif, meski masih menghadapi tantangan literasi dan infrastruktur digital.
Jakarta — PT Bank Tabungan Negara Tbk (BTN) memperluas ekspansi bisnis dengan menyasar ekosistem koperasi pasar sebagai sumber pertumbuhan baru.
Langkah tersebut ditempuh melalui kemitraan strategis dengan Induk Koperasi Pedagang Pasar (INKOPPAS) guna mendorong digitalisasi dan inklusi keuangan di sektor pasar tradisional.
Direktur Utama BTN, Nixon LP Napitupulu, mengatakan kolaborasi tersebut merupakan bagian dari strategi perseroan dalam memperkuat pembiayaan berbasis ekosistem, sekaligus menjangkau segmen usaha mikro yang selama ini belum sepenuhnya terlayani perbankan.
“Pasar tradisional merupakan tulang punggung ekonomi kerakyatan. Melalui kerja sama ini, kami ingin memperluas akses keuangan sekaligus mendorong digitalisasi koperasi dan pedagang,” ujarnya dalam penandatanganan nota kesepahaman di Jakarta, Rabu (15/4).
Baca juga: OJK Sesuaikan POJK RBB, Begini Respons Bos BTN
Dalam kerja sama ini, BTN menyiapkan sejumlah inisiatif, mulai dari penyediaan layanan perbankan digital, digitalisasi retribusi pasar, hingga penyaluran pembiayaan seperti Kredit Usaha Rakyat (KUR) dan kredit produktif lainnya bagi pedagang anggota koperasi.
Secara strategis, pendekatan berbasis ekosistem ini dinilai dapat memperkuat kualitas pembiayaan. Pasalnya, integrasi layanan keuangan dengan aktivitas transaksi harian pedagang memungkinkan bank memperoleh data yang lebih komprehensif untuk analisis kredit.
BTN juga akan menghadirkan infrastruktur transaksi digital, antara lain QRIS Bale Merchant dan mesin EDC, serta membuka Bale Agen di koperasi maupun pengelola pasar.
Selain itu, perseroan menyiapkan aplikasi komunitas (community apps) untuk mendukung aktivitas usaha pedagang sekaligus memperkuat ekosistem keuangan berbasis komunitas.
Sementara, Ketua Umum INKOPPAS, Yudianto Tri, menyebut digitalisasi dan akses pembiayaan menjadi kebutuhan mendesak bagi pedagang pasar di tengah transformasi ekonomi digital.
“Melalui kemitraan ini, kami berharap pedagang mendapatkan akses layanan keuangan yang lebih luas, mulai dari pembayaran digital hingga pembiayaan usaha,” katanya.
Baca juga: Pasca Dilanda Banjir, Kinerja Bank Aceh Tetap Moncer di Kuartal I 2026
Lebih lanjut, kerja sama ini juga mencakup digitalisasi pengelolaan pasar, termasuk retribusi dan integrasi sistem pembayaran. Langkah ini diharapkan dapat meningkatkan transparansi dan efisiensi transaksi, sekaligus menciptakan rekam jejak keuangan yang dapat dimanfaatkan bank dalam menyalurkan pembiayaan secara lebih terukur.
Dari sisi industri, inisiatif BTN tersebut mencerminkan tren perbankan yang mulai mengarah pada penguatan pembiayaan berbasis ekosistem (ecosystem-based lending). Model ini memungkinkan bank tidak hanya berperan sebagai penyalur kredit, tetapi juga sebagai enabler dalam digitalisasi sektor informal.
Namun demikian, tantangan tetap ada, terutama terkait literasi keuangan pedagang serta kesiapan infrastruktur digital di pasar tradisional.
Di sisi lain, keberhasilan implementasi akan sangat bergantung pada konsistensi integrasi data transaksi sebagai basis penilaian risiko kredit.
Dengan potensi jutaan pedagang pasar di Indonesia, BTN melihat segmen ini sebagai peluang jangka panjang untuk memperluas inklusi keuangan sekaligus menjaga pertumbuhan kredit yang lebih berkualitas. (*)
Editor: Galih Pratama







