Dampak Langsung ke Produktivitas dan Bisnis
Wisnu menegaskan, memperhatikan faktor kebahagiaan pekerja sangat penting karena berdampak langsung pada motivasi dan produktivitas.
Survei tersebut menunjukkan, 24 persen pekerja yang bahagia lebih termotivasi untuk bekerja melampaui ekspektasi (go extra miles).
Baca juga: Menkop Ferry Nilai Gen Z Dapat Bawa Kopdes Lebih Modern, Ini Alasannya
Sebaliknya, 1 dari 3 pekerja yang tidak bahagia menyatakan enggan memberikan upaya lebih bagi perusahaan.
“Implikasi bisnis dari pekerja yang bahagia antara lain retensi yang lebih baik, budaya kerja yang lebih positif dan kolaboratif, serta produktivitas dan kinerja yang lebih tinggi,” imbuh Wisnu.
Indonesia Paling Bahagia di Asia Pasifik
Sebagai informasi, survei tersebut dilakukan secara daring oleh lembaga riset Nature pada Oktober-November 2025 terhadap sekitar 1.000 responden berusia 18-64 tahun di Indonesia.
Rinciannya, 37 persen responden menyatakan sangat bahagia, 45 persen bahagia, 15 persen netral, 2 persen kurang bahagia, dan hanya 1 persen sangat tidak bahagia.
Baca juga: Jurus BPJS Ketenagakerjaan Bidik 2 Juta Pekerja Rentan Masuk Jaminan Perlindungan Sosial
Persentase kebahagiaan pekerja Indonesia (82 persen) melampaui negara-negara dengan pasar kerja yang lebih kompetitif seperti Hong Kong (47 persen), Singapura (56 persen), dan Australia (57 persen). Rendahnya indeks di negara-negara tersebut dikaitkan dengan budaya kerja yang lebih kompetitif dan tekanan biaya hidup.
Negara lain yang disurvei mencatat tingkat kebahagiaan pekerja sebesar 65 persen di Selandia Baru, 67 persen di Thailand, 70 persen di Malaysia, dan 77 persen di Filipina. (*) Steven Widjaja









