Poin Penting
- Jumlah nasabah layanan bulion BSI melonjak 700 persen menjadi lebih dari 1,3 juta hingga Juni 2026.
- Pertumbuhan bisnis emas mendorong fee-based income dari bulion naik 712 persen secara tahunan.
- BSI telah memperdagangkan 8,06 ton emas pada semester I 2026 dan terus memperkuat ekosistem bulion.
Jakarta – Bisnis emas PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) terus menunjukkan pertumbuhan pesat di tengah tingginya minat masyarakat terhadap aset safe haven.
Hingga Juni 2026, jumlah nasabah layanan bulion BSI telah menembus lebih dari 1,3 juta orang, melonjak 700 persen secara tahunan (year-on-year/YoY).
Pertumbuhan tersebut pun turut mendorong kenaikan pendapatan berbasis komisi (fee-based income/FBI) dari bisnis emas hingga 712 persen secara tahunan.
Sepanjang semester I 2026, BSI telah memperdagangkan 8,06 ton emas melalui layanan bullion bank.
Baca juga: Pembiayaan BSI per Mei 2026 Tembus Rp335 T, Porsi Sektor Berkelanjutan Capai 23 Persen
Direktur Finance & Strategy BSI, Ade Cahyo Nugroho mengatakan, meningkatnya minat masyarakat terhadap investasi emas terjadi di tengah kondisi ekonomi global yang masih diliputi ketidakpastian. Emas kini semakin dipilih sebagai instrumen untuk menjaga nilai aset.
“Melalui layanan bulion, kami ingin menghadirkan investasi emas yang semakin mudah, aman, dan terjangkau sehingga masyarakat dapat mulai langkah emasnya dalam membangun aset jangka panjang,” ujar Cahyo, seperti dikutip, Kamis, 30 Juli 2026.
Ia menambahkan, pertumbuhan bisnis bulion tidak hanya memperkuat posisi BSI sebagai bank dengan ekosistem layanan emas syariah, tetapi juga menjadi salah satu sumber pertumbuhan pendapatan berbasis komisi perseroan.
Layanan bulion melengkapi ekosistem bisnis emas BSI yang sebelumnya mencakup cicil emas, gadai emas, serta penjualan BSI Gold.
Hingga Juni 2026, outstanding pembiayaan gadai emas dan cicil emas mencapai Rp30,5 triliun atau tumbuh 80,5 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
Baca juga: Bisnis Pembiayaan Kendaraan BSI Tumbuh 12,4 Persen jadi Rp6,70 Triliun di Juni 2026
Sementara itu, hingga Juli 2026, kontribusi bisnis emas telah mendorong perolehan fee-based income sekitar Rp2,10 triliun atau meningkat 100 persen secara tahunan.
Pertumbuhan bisnis emas BSI didukung kemudahan akses layanan melalui aplikasi BYOND by BSI. Melalui platform tersebut, masyarakat dapat mulai berinvestasi emas mulai dari Rp50 ribu serta melakukan transaksi jual beli emas secara real time selama 24 jam setiap hari.
Selain itu, BSI juga memperluas distribusi emas fisik melalui BSI Gold yang kini telah tersedia di sejumlah toko emas rekanan di sentra-sentra emas nasional.
BSI meyakini prospek bisnis emas masih akan tumbuh didorong meningkatnya minat masyarakat terhadap instrumen safe haven serta kebutuhan diversifikasi investasi.
Karena itu, BSI akan terus memperkuat ekosistem bulion sebagai salah satu penggerak pertumbuhan bisnis sekaligus memperluas akses masyarakat terhadap layanan keuangan syariah.(*) Ayu Utami


