Poin Penting
- BSI dan Kemenekraf memperkuat kapasitas pelaku ekraf Aceh Tamiang pascabencana.
- Sebanyak 50 pelaku ekraf menerima bantuan modal dengan total nilai Rp50 juta.
- BSI memberikan relaksasi pembiayaan dengan bunga 0 persen hingga Desember 2026.
Jakarta – Pemulihan bisnis pelaku ekonomi kreatif (Ekraf) Aceh Tamiang mendapat dukungan melalui bantuan modal Rp50 juta. PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) bersama Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif (Kemenekraf/Bekraf) juga memberikan literasi bisnis dan pendampingan bagi pelaku ekraf terdampak bencana.
Dukungan tersebut menjadi bagian dari upaya mempercepat pemulihan ekonomi masyarakat pascabencana. Program mencakup peningkatan kapasitas, akses pembiayaan, relaksasi pembayaran, dan bantuan modal usaha.
Menteri Ekraf Teuku Riefky Harsya mengatakan pemulihan ekonomi tidak cukup melalui pembangunan infrastruktur. Aktivitas ekonomi masyarakat juga perlu kembali berjalan agar pemulihan berlangsung berkelanjutan.
Baca juga: Tabungan Haji dan Umrah BSI Tumbuh 23,8 Persen, Rekening Capai 7,69 Juta
Kemenekraf dan BSI menjalankan program “Literasi Bisnis bagi Pegiat Ekonomi Kreatif”. Program tersebut merupakan bagian dari Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana (PRRP) Sumatra.
“Pemulihan pascabencana bukan hanya tentang membangun kembali infrastruktur, tetapi juga menghidupkan kembali aktivitas ekonomi masyarakat,” ujar Riefky dikutip Antara, Minggu (30/8).
Menurut Riefky, pelaku ekraf membutuhkan pengetahuan dan pendampingan untuk memulihkan usahanya. Akses pembiayaan juga diperlukan agar pelaku usaha dapat kembali menjalankan bisnis.
Dalam kegiatan tersebut, Direktur Pengembangan Akses Pendanaan, Pembiayaan dan Investasi Kemenekraf Anggara Hayun Anujuprana memberikan materi literasi bisnis. Senior Manager Micro Business Group BSI Eko Ervan memberikan materi pengelolaan keuangan sederhana.
BSI Berikan Relaksasi Pembiayaan
Penguatan usaha tidak hanya dilakukan melalui literasi bisnis. BSI juga memberikan dukungan pembiayaan melalui skema relaksasi bagi nasabah terdampak bencana.
Bunga pembiayaan ditetapkan 0 persen hingga Desember 2026. Selanjutnya, bunga menjadi 3 persen sepanjang 2027 sebelum kembali ke tingkat normal.
Area Manager BSI Lhokseumawe Totok Sudiarto mengatakan pendampingan telah dilakukan sejak banjir melanda tahun lalu. BSI juga memberikan penundaan pembayaran sesuai kondisi masing-masing nasabah.
Langkah tersebut memberikan ruang bagi pelaku usaha untuk memulihkan kegiatan bisnis. Relaksasi pembiayaan menjadi salah satu dukungan dalam proses pemulihan pascabencana.
Baca juga: Google: AI Bisa Tambah Nilai Ekonomi Sektor Ekraf Rp66 Triliun per Tahun
50 Pelaku Ekraf Terima Modal Rp50 Juta
Kemenekraf dan BSI turut menyerahkan bantuan modal usaha kepada pelaku ekraf Aceh Tamiang. Total bantuan mencapai Rp50 juta untuk 50 pelaku ekonomi kreatif.
Setiap penerima mendapatkan bantuan modal sebesar Rp1 juta. Bantuan tersebut diharapkan menjadi stimulus untuk kembali menggerakkan usaha.
Kolaborasi Kemenekraf dan BSI diarahkan untuk memperkuat ketahanan bisnis pelaku ekraf. Pemulihan usaha diharapkan ikut mendorong aktivitas ekonomi masyarakat Aceh Tamiang.
Bantuan modal dan relaksasi pembiayaan menjadi dukungan penting bagi pemulihan usaha. Melalui program tersebut, BSI membantu pelaku ekraf Aceh Tamiang bangkit secara berkelanjutan. (*)
Editor: Yulian Saputra


