Poin Penting
- BRI membukukan laba bersih Rp31,2 triliun pada semester I 2026.
- Penyaluran kredit dan pembiayaan tumbuh 16,2 persen menjadi Rp1.646 triliun.
- Kualitas kredit membaik dengan rasio NPL turun menjadi 2,9 persen.
Jakarta – PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. (BBRI) membukukan laba bersih secara konsolidasi sebesar Rp31,2 triliun hingga semester I 2026. Angka tersebut tumbuh 17,5 persen secara tahunan atau year on year (yoy).
“Laba bersih BRI di semester I 2026 sebesar Rp31,2 triliun atau tumbuh 17,5 persen secara year on year,” ujar Direktur Utama BRI, Hery Gunardi, dalam konferensi pers Kinerja Kuartal II 2026, Senin, 31 Agustus 2026.
Pertumbuhan laba tersebut ditopang oleh peningkatan penyaluran kredit dan pembiayaan. Hingga Juni 2026, kredit dan pembiayaan BRI tumbuh 16,2 persen yoy menjadi Rp1.646 triliun.
Penyaluran kredit kepada segmen usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) mencapai Rp1.235,4 triliun atau tumbuh 8,6 persen yoy.
Baca juga: BRI Ingatkan Bahaya Investasi Bodong Berkedok Imbal Hasil Tinggi
Sementara itu, kredit pada segmen konsumer tercatat sebesar Rp236,9 triliun atau tumbuh 8,9 persen dibandingkan Rp217,6 triliun pada periode yang sama tahun sebelumnya.
Pertumbuhan kredit konsumer terutama ditopang oleh kredit pemilikan rumah (KPR) yang tumbuh 12 persen yoy, BRI Multiguna tumbuh 9,5 persen, serta kredit kendaraan bermotor (KKB) yang melonjak 404,3 persen.
Kualitas Kredit dan Biaya Dana Membaik
Kualitas kredit BRI juga mengalami perbaikan. Hal ini terermin dari rasio kredit bermasalah atau non-performing loan (NPL) yang turun menjadi 2,9 persen pada semester I 2026, dibandingkan 3,07 persen pada 2025.
Selain itu, rasio loan at risk (LAR) BRI turun menjadi 9,1 persen pada semester I 2026, dari 9,6 persen pada Desember 2025.
“Penurunan ini mencerminkan semakin membaiknya kualitas booking pada kredit baru,” ujar Hery.
Baca juga: Menyoal Kasus Kredit Macet BRI Rp922 Miliar: Kredit Lunas, Kerugian Negara Hanya Khayalan Belaka
Di sisi lain, cost of fund atau biaya dana BRI turun menjadi 2,4 persen pada semester I 2026, dibandingkan 3 persen pada periode yang sama tahun lalu
Dari sisi penghimpunan dana, total dana pihak ketiga (DPK) BRI hingga semester I 2026 mencapai Rp1.580,7 triliun atau tumbuh 6,7 persen yoy.
Pertumbuhan tersebut ditopang oleh giro yang meningkat 8,5 persen dan tabungan yang tumbuh 11,3 persen. Sementara itu, deposito naik tipis 0,2 persen.
Adapun rasio loan to deposit ratio (LDR) meningkat menjadi 90,8 persen pada semester I 2026. Sementara return on asset (RoA) tercatat sebesar 2,7 persen.
Menutup semester I 2026, total aset BRI tumbuh 11,7 persen yoy menjadi Rp2.352 triliun. (*)
Editor: Yulian Saputra


