Jakarta – Di tengah capaian Danantara Housing Expo 2026 yang belum mampu memenuhi target transaksi secara keseluruhan, ada satu angka yang justru layak mendapat perhatian: Rp400 miliar.
Angka tersebut merupakan nilai transaksi yang dibukukan PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) selama penyelenggaraan Danantara Housing Expo 2026 di NICE, Pantai Indah Kapuk 2, Tangerang, pada 27–30 Agustus 2026.
Menurut catatan Infobank, dengan capaian Rp400 miliar, BTN menjadi bank dengan transaksi tertinggi dalam ajang tersebut. Posisi ini sekaligus mempertegas karakter BTN sebagai bank yang memiliki kompetensi dan pengalaman paling kuat dalam pembiayaan perumahan nasional yang makin baik.
Yang menarik, capaian tersebut bukan sekadar angka besar. Sebelumnya BTN memasang target penyaluran KPR sekitar Rp200 miliar selama Danantara Housing Expo 2026.
Artinya, realisasi Rp400 miliar mencapai 200 persen dari target awal, atau dua kali lipat dari target yang ditetapkan perseroan.
BTN Membuktikan Daya Tarik KPR
Capaian BTN menjadi semakin menarik jika ditempatkan dalam konteks keseluruhan expo.
Danantara Housing Expo mencatat transaksi sekitar Rp2 triliun, sementara target awal penyelenggara jauh lebih tinggi. Namun di tengah capaian agregat tersebut, BTN justru mampu menghasilkan transaksi Rp400 miliar atau sekitar 20 persen dari total transaksi expo.
Dengan kata lain, dari setiap Rp5 transaksi yang tercipta dalam expo, sekitar Rp1 berasal dari BTN.
Angka ini memperlihatkan bahwa pasar pembiayaan rumah tetap memiliki daya tarik kuat ketika ditawarkan dengan skema yang tepat, pilihan hunian yang beragam, serta dukungan ekosistem pembiayaan yang kuat.
Baca juga: BTN Tawarkan KPR Bunga 2,75 Persen dan Tenor 30 Tahun di Danantara Housing Expo 2026
Bukan Sekadar Mengejar Kredit
Sebelum expo berlangsung, seperti dikutip media bahwa partisipasi BTN tidak semata-mata mengejar pertumbuhan kredit.
Pihak BTN yakin, pembiayaan perumahan mempunyai efek berganda terhadap perekonomian. Ketika pembangunan rumah bergerak, sektor konstruksi, bahan bangunan, industri, hingga UMKM ikut mendapatkan manfaat. BTN bahkan menyebut kajian Housing Finance Center BTN memperkirakan KPR dapat mendorong tambahan output ekonomi nasional hingga Rp3.049 triliun.
Perspektif inilah yang membuat posisi BTN berbeda.
Bagi BTN, KPR bukan hanya produk perbankan. KPR adalah bisnis inti sekaligus bagian dari ekosistem ekonomi perumahan.
Karena itu, ketika BTN membukukan transaksi tertinggi Rp400 miliar di Danantara Housing Expo, yang terlihat bukan hanya keberhasilan menjual kredit, tetapi juga kemampuan BTN menghubungkan masyarakat dengan pengembang dan sistem pembiayaan.
BTN dan Program Tiga Juta Rumah
Capaian tersebut juga mempunyai arti strategis dalam konteks Program Tiga Juta Rumah.
Pemerintah membutuhkan lembaga keuangan yang mampu mengubah kebutuhan masyarakat terhadap rumah menjadi transaksi pembiayaan yang nyata.
Di sinilah BTN memiliki posisi yang sangat penting.
BTN memiliki pengalaman panjang dalam pembiayaan perumahan, baik melalui KPR subsidi maupun KPR komersial. Karena itu, ketika pemerintah ingin memperbesar akses kepemilikan rumah, BTN secara alamiah berada di garis depan.
Danantara Housing Expo sendiri dirancang sebagai sebuah one-stop housing ecosystem, yang mempertemukan masyarakat, pengembang, perbankan, produsen material, hingga UMKM dalam satu ekosistem.
Dalam ekosistem tersebut, BTN tidak hanya hadir sebagai bank yang menyediakan pembiayaan. BTN menjadi salah satu simpul utama yang mengubah minat masyarakat menjadi transaksi.
Rp400 Miliar adalah Pesan Penting
Karena itu, angka Rp400 miliar jangan dibaca semata sebagai angka transaksi sebuah pameran.
Ada pesan yang lebih besar.
Pertama, permintaan terhadap pembiayaan rumah masih ada.
Kedua, masyarakat tetap membutuhkan lembaga yang mampu memberikan solusi pembiayaan yang mudah dipahami dan kompetitif.
Ketiga, bank dengan fokus dan kompetensi khusus di sektor perumahan mempunyai keunggulan tersendiri ketika pemerintah mendorong pembangunan hunian secara masif.
Dan yang paling penting, capaian tersebut menunjukkan bahwa BTN masih menjadi pemain kunci dalam ekosistem pembiayaan perumahan nasional.
Jika target awal BTN adalah Rp200 miliar dan realisasinya mencapai Rp400 miliar, maka performa tersebut justru menjadi salah satu cerita keberhasilan yang paling menonjol dari Danantara Housing Expo 2026.
Baca juga: BTN: Tenor FLPP 40 Tahun Buka Akses Kredit Rumah Lebih Luas
Dari Expo Menuju Ekosistem Perumahan
Tantangan berikutnya adalah bagaimana transaksi yang tercipta dalam expo tersebut dapat berlanjut menjadi akad, pencairan kredit, pembangunan rumah, dan akhirnya rumah yang benar-benar dihuni masyarakat.
Sebab ukuran keberhasilan industri perumahan bukan hanya berapa banyak orang datang ke pameran. Bukan pula sekadar berapa banyak booking yang tercatat.
Ukuran akhirnya adalah berapa banyak masyarakat yang benar-benar memiliki rumah. Di titik inilah BTN mempunyai peran strategis.
Dengan pengalaman sebagai bank yang fokus pada sektor perumahan, BTN memiliki kesempatan untuk mengawal proses tersebut dari hulu ke hilir: dari calon pembeli, pengembang, appraisal, proses kredit, akad, hingga pembiayaan berjalan.
Target Rp200 miliar berhasil digandakan menjadi Rp400 miliar.
Di tengah pasar properti yang membutuhkan stimulus, angka tersebut menjadi sinyal bahwa mesin pembiayaan perumahan masih dapat bekerja.
Dan ketika Indonesia membutuhkan jutaan rumah baru, BTN bukan sekadar ikut dalam ekosistem perumahan. BTN berada di salah satu pusatnya. (*)


