Poin Penting
- IHSG anjlok 4,36 persen ke level 6.429,91 pada perdagangan 18 Mei 2026 dipicu tekanan global, pelemahan rupiah, dan aksi jual investor
- MNC Sekuritas menilai konflik geopolitik dan lonjakan harga minyak di atas USD100 per barel meningkatkan kekhawatiran inflasi serta perlambatan ekonomi global
- Sentimen negatif juga datang dari MSCI dan FTSE yang masih membekukan indeks Indonesia dan mengeluarkan sejumlah emiten, sehingga berpotensi memicu outflow pada akhir Mei 2026.
Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali terperosok pada perdagangan Senin (18/5). Hingga pukul 10.26 WIB, IHSG anjlok 4,36 persen ke level 6.429,91 dari posisi sebelumnya di 6.723,32.
Analis MNC Sekuritas, Herditya Wicaksana atau Didit, mengatakan pelemahan IHSG masih sejalan dengan proyeksi teknikal yang telah disampaikan sebelumnya. Menurutnya, tekanan koreksi masih cukup besar dan saat ini IHSG telah menutup area gap sekaligus mencapai target koreksi yang ditetapkan.
Dari sisi sentimen, MNC Sekuritas mencermati konflik geopolitik yang berkepanjangan kembali mendorong kenaikan harga minyak mentah dunia hingga di atas USD100 per barel.
Kondisi tersebut dinilai meningkatkan kekhawatiran investor terhadap potensi tekanan inflasi dan perlambatan ekonomi global.
Baca juga: OJK: Tak Ada Kepanikan Berlebihan di Pasar Saham Domestik
“Dapat kita cermati juga dari pergerakan bursa global dan mayoritas bursa Asia yang terkoreksi ditambah dengan nilai tukar rupiah terhadap US dolar yang masih tertekan dan saat ini berada di level Rp17.676 per USD turut membebani pergerakan IHSG,” ucap Didit dalam keterangannya di Jakarta, 18 Mei 2026.
Ia menambahkan, sentimen negatif juga datang dari pengumuman Morgan Stanley Capital International (MSCI) dan Financial Times Stock Exchange (FTSE) yang masih membekukan indeks Indonesia serta mengeluarkan sejumlah emiten dari konstituennya. Kondisi ini diperkirakan memicu arus keluar dana asing (outflow) yang cukup besar pada akhir Mei 2026.
Baca juga: MNC Bank (BABP) Siapkan Private Placement 4,45 Miliar Saham, Fokus Perkuat Kredit
Sebelumnya, MNC Sekuritas memproyeksikan IHSG pada perdagangan hari ini masih rawan bergerak melemah di rentang 6.644-6.711, dengan area gap yang perlu dicermati berada pada level 6.538-6.585.
Pelemahan ini melanjutkan koreksi IHSG pada perdagangan Rabu (13/5) lalu yang ditutup turun 1,98 persen ke level 6.723 dan masih didominasi tekanan jual.
Secara mingguan, IHSG tercatat terkoreksi 3,53 persen pada periode 11-13 Mei 2026 dengan volume perdagangan yang cenderung menurun. (*)
Editor: Galih Pratama


