Poin Penting
- Wakil Gubernur Bengkulu Mian mendorong BPD memperkuat perannya sebagai penggerak ekonomi daerah.
- Transformasi digital dinilai menjadi kebutuhan penting agar BPD tetap relevan dengan masyarakat.
- Kolaborasi BPD dengan pemerintah daerah, OJK, dunia usaha, dan pemangku kepentingan menjadi kunci memperkuat kontribusi BPD.
Bengkulu – Bank Pembangunan Daerah (BPD) dituntut tidak sekadar menjalankan fungsi intermediasi, tetapi juga mengambil peran lebih besar sebagai penggerak perekonomian daerah. Transformasi digital dan penguatan kolaborasi menjadi dua faktor penting untuk memperkuat peran tersebut.
Wakil Gubernur Bengkulu Mian mengatakan BPD memiliki posisi strategis karena keberadaannya dekat dengan pemerintah daerah dan masyarakat. Karena itu, penguatan kapasitas BPD dinilai penting agar kontribusinya terhadap pembangunan ekonomi daerah semakin optimal.
Hal tersebut disampaikan Mian saat membuka Seminar Nasional BPD se-Indonesia yang digelar Asosiasi Bank Pembangunan Daerah (Asbanda) di Grand Ballroom Hotel Mercure Bengkulu, Jumat, 21 Agustus 2026.
Baca juga: Asbanda dan Bank Bengkulu Gelar Seminar Nasional Bahas Penguatan Likuiditas BPD
Menurut Mian, perubahan teknologi yang berlangsung cepat membuat BPD harus mampu beradaptasi. Digitalisasi tidak hanya diperlukan untuk meningkatkan efisiensi, tetapi juga memastikan layanan BPD tetap sesuai dengan kebutuhan masyarakat.
“Perkembangan teknologi digital sangat pesat. BPD dituntut harus bertransformasi sebagai bank yang profesional dan inovatif serta mampu menjawab kebutuhan masyarakat secara langsung di era digital yang semakin kuat saat ini,” ujar Mian.
Ia menilai transformasi tersebut perlu berjalan beriringan dengan penguatan profesionalisme dan inovasi. Dengan begitu, BPD dapat meningkatkan kualitas layanan sekaligus memperluas kontribusinya terhadap masyarakat dan dunia usaha di daerah.
Mian juga menegaskan pentingnya membangun sinergi antara BPD dengan pemerintah daerah, Otoritas Jasa Keuangan (OJK), dunia usaha, serta berbagai pemangku kepentingan lainnya.
Perkuat Kolaborasi
Secara khusus, Mian berharap Bank Bengkulu dapat memperkuat kolaborasi dengan Pemerintah Provinsi Bengkulu, pemerintah kabupaten/kota, OJK, dan pelaku usaha.
Sinergi tersebut dinilai penting untuk memastikan Bank Bengkulu tidak hanya berperan sebagai lembaga keuangan, tetapi juga mampu menjadi bagian dari strategi pembangunan ekonomi Bengkulu.
“Saya berharap Bank Bengkulu dapat bersinergi dengan Pemerintah Provinsi, pemerintah kabupaten/kota, OJK, dunia usaha, serta pemangku kebijakan lainnya. Sehingga agenda hari ini sangat penting untuk menjadikan Bank Bengkulu sebagai bank penggerak ekonomi daerah,” tegasnya.
Baca juga: Bank Bengkulu Angkat Pesona Benteng Marlborough-Pantai Panjang di Undian Simpeda 2026
Dorongan tersebut sejalan dengan posisi BPD yang memiliki kedekatan dengan karakteristik ekonomi masing-masing daerah. Melalui kolaborasi yang lebih kuat, BPD diharapkan dapat mengoptimalkan pembiayaan bagi sektor produktif, UMKM, dan dunia usaha sekaligus mendukung program pembangunan pemerintah daerah.
Seminar Nasional Jadi Ruang Konsolidasi BPD
Direktur Utama Bank Bengkulu Iswahyudi mengatakan seminar nasional tersebut menjadi momentum bagi BPD se-Indonesia untuk memperkuat kerja sama dan bertukar gagasan mengenai tantangan ekonomi yang dihadapi saat ini.
Menurutnya, forum tersebut tidak hanya membahas persoalan yang dihadapi BPD, tetapi juga menjadi ruang untuk merumuskan strategi bersama agar peran BPD dalam pembangunan daerah semakin kuat.
“Kita di sini secara bersama-sama berbicara mengenai tantangan ekonomi saat ini serta membangun kolaborasi bersama dengan BPD se-Indonesia,” kata Iswahyudi.
Ia berharap hasil seminar dapat menghasilkan gagasan dan langkah strategis yang mampu memperkuat daya saing BPD sekaligus meningkatkan kontribusinya terhadap perekonomian dan kesejahteraan masyarakat.
Seminar tersebut turut dihadiri Ketua Asbanda Agus Haryoto Widodo, Anggota Komisi XI DPR RI Fauzi H Amro, jajaran direksi dan komisaris BPD seluruh Indonesia, serta jajaran Komisaris Bank Bengkulu. (*)


