Poin Penting
- Saldo Tabungan Simpeda mencapai Rp74,86 triliun per Juni 2026.
- Asbanda mendorong Simpeda bertransformasi menjadi layanan perbankan digital yang lebih relevan bagi masyarakat.
- Jaringan BPD-SI dinilai menjadi kekuatan untuk mengembangkan Simpeda sebagai retail banking franchise nasional berbasis daerah.
Bengkulu – Asosiasi Bank Pembangunan Daerah (Asbanda) melihat Tabungan Simpanan Pembangunan Daerah (Simpeda) memiliki ruang besar untuk berkembang di tengah perubahan perilaku masyarakat yang semakin mengandalkan layanan perbankan digital.
Hingga Juni 2026, saldo Tabungan Simpeda yang dihimpun Bank Pembangunan Daerah seluruh Indonesia (BPD-SI) mencapai sekitar Rp74,86 triliun. Capaian tersebut dinilai mencerminkan kuatnya kepercayaan masyarakat terhadap BPD sekaligus menjadi modal penting untuk memperkuat fungsi intermediasi di daerah.
“Rp75 triliun bukan sekadar angka di neraca. Di belakangnya terdapat kepercayaan masyarakat,” kata Ketua Umum Asbanda Agus Haryoto Widodo pada Malam Puncak Penarikan Undian Nasional Tabungan Simpeda Tahun XXXVII-2026, di Halaman Kantor Gubernur Bengkulu, Jumat, 21 Juni 2026.
Baca juga: Penarikan Undian Nasional Tabungan Simpeda 2026 di Bengkulu, Ini Daftar Pemenangnya
Agus mengatakan dana yang dihimpun melalui Simpeda berasal dari masyarakat dan dikelola secara prudent oleh BPD. Dana tersebut kemudian disalurkan kembali melalui pembiayaan kepada masyarakat, UMKM, dan dunia usaha untuk mendorong aktivitas ekonomi di daerah.
Namun, menurut dia, tantangan Simpeda ke depan tidak berhenti pada peningkatan jumlah rekening maupun saldo. Produk tersebut perlu menyesuaikan diri dengan perubahan kebutuhan dan perilaku nasabah.
Nasabah kini semakin membutuhkan layanan perbankan yang mudah, cepat, aman, dan terhubung dengan berbagai kebutuhan transaksi sehari-hari.
Karena itu, Asbanda mendorong BPD memperkuat pengalaman digital Simpeda sekaligus memperluas pemanfaatannya untuk pembayaran, transfer, belanja, transaksi merchant, dan berbagai layanan finansial lainnya.
“Simpeda ke depan tidak cukup hanya menjadi tempat menabung. Kami ingin Simpeda semakin dekat dengan kehidupan sehari-hari masyarakat, semakin modern, semakin digital dan semakin mudah digunakan, tanpa kehilangan kekuatan utamanya, yaitu kedekatan dengan masyarakat daerah,” kata Agus.
Baca juga: Asbanda Dorong Simpeda Bertransformasi jadi Tabungan Digital
Transformasi tersebut diharapkan dapat memperkuat Simpeda sebagai salah satu sumber dana ritel yang sehat dan berkelanjutan bagi BPD. Dengan basis dana ritel yang semakin kuat, BPD memiliki ruang lebih besar untuk menjalankan fungsi intermediasi sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi daerah.
Kekuatan BPD-SI Jadi Modal Utama
Asbanda menilai posisi Simpeda memiliki keunggulan karena merupakan produk bersama BPD-SI. Jaringan tersebut menjadi pembeda yang dinilai perlu terus diperkuat melalui integrasi layanan dan inovasi.
Masing-masing BPD memiliki pemahaman terhadap karakteristik nasabah, kedekatan dengan masyarakat, serta jaringan yang kuat di wilayahnya. Jika kekuatan tersebut semakin terhubung, Simpeda berpotensi berkembang menjadi retail banking franchise nasional yang tetap bertumpu pada kekuatan daerah.
“Positioning yang ingin kita bangun sangat jelas: Simpeda berakar kuat di daerah, tetapi terhubung secara nasional. Kekuatan lokal 27 BPD jika semakin kita hubungkan akan menjadi kekuatan finansial nasional yang besar,” ujar Agus.
Baca juga: Asbanda: BPD Tak Minta Proteksi, tapi Level Playing Field
Untuk mendukung arah tersebut, Asbanda terus mendorong inovasi produk, penguatan pengalaman digital, pengembangan ekosistem merchant dan pembayaran, serta peningkatan kualitas layanan. Langkah ini juga diarahkan agar Simpeda semakin mampu menjangkau berbagai segmen nasabah, termasuk generasi muda.
Undian Simpeda Ikut Gerakkan Ekonomi Bengkulu
Penguatan hubungan antara BPD dan masyarakat juga tecermin dalam penyelenggaraan Malam Puncak Penarikan Undian Nasional Tabungan Simpeda Tahun XXXVII-2026 di Bengkulu. Kegiatan tersebut diikuti sekitar 30 ribu warga.
Agus yang juga Direktur Utama Bank Jakarta mengatakan kegiatan tersebut merupakan bentuk apresiasi kepada nasabah. Namun, hubungan BPD dengan masyarakat menurutnya perlu dibangun melalui manfaat yang lebih luas, tidak hanya melalui program hadiah.
Kehadiran keluarga besar BPD dari berbagai wilayah Indonesia dalam kegiatan tersebut turut menciptakan aktivitas ekonomi bagi Bengkulu. Dampaknya dirasakan sejumlah sektor, mulai dari perhotelan, kuliner, transportasi, perdagangan, UMKM hingga berbagai layanan lokal.
Baca juga: Bank Bengkulu Angkat Pesona Benteng Marlborough-Pantai Panjang di Undian Simpeda 2026
Menurut Agus, kondisi tersebut sejalan dengan filosofi BPD sebagai bank yang tumbuh bersama daerah dan memiliki tanggung jawab untuk memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat setempat.
“BPD lahir dari daerah dan tumbuh bersama daerah. Karena itu, setiap aktivitas BPD sedapat mungkin harus menciptakan manfaat dan ikut menggerakkan ekonomi masyarakat di daerah,” kata Agus. (*)


