Poin Penting
- Penerimaan pajak hingga Juni 2026 tumbuh sekitar 23 persen, dengan realisasi telah mencapai sekitar 45 persen dari target APBN 2026 sebesar Rp2.357,7 triliun
- Kinerja seluruh jenis pajak mencatat peningkatan signifikan dibandingkan tahun lalu, mencerminkan penguatan kapasitas fiskal pemerintah seiring pertumbuhan ekonomi
- Pemerintah belum mengungkap angka final penerimaan pajak, karena masih menunggu rilis resmi melalui laporan APBN KiTa.
Jakarta – Direktur Jenderal Pajak Bimo Wijayanto mengungkapkan kinerja penerimaan pajak terus menunjukkan pertumbuhan positif. Hingga Juni 2026, penerimaan pajak tumbuh di sekitar 23 persen.
Bimo mengatakan, pertumbuhan penerimaan pajak tersebut sudah sebesar 45 persen dari target APBN 2026 yang sebesar Rp2.357,7 triliun.
“Kami mencatat kinerja penerimaan pajak itu Alhamdulillah sangat baik, dari Januari sampai Juni (2026) kami mencatat kira-kira pertumbuhan itu hampir 23 persen,” kata Bimo dalam Konferensi Pers di Jakarta, Rabu, 1 Juli 2026.
Baca juga: Pajak Pedagang Online lewat Marketplace Diproyeksi Hasilkan Rp24 Triliun Setahun
Bimo menjelaskan, kinerja penerimaan di seluruh jenis pajak menunjukkan peningkatan yang signifikan dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
Menurutnya, kondisi ini mencerminkan semakin kuatnya kapasitas fiskal pemerintah dalam memungut pajak seiring dengan pertumbuhan alami (natural growth) perekonomian Indonesia.
“Artinya dari sisi fiskal, dari sisi kapasitas pemajakan terhadap natural growth daripada perekonomian Indonesia itu semakin baik, pertumbuhan ekonominya pun semakin baik,” ungkapnya.
Baca juga: Pajak Marketplace Efektif Mulai 1 Agustus 2026, UMKM Tetap Dapat Pengecualian
Meski demikian, Bimo belum bisa menyampaikan angka-angka pasti dari pertumbuhan penerimaan pajak tersebut. Sebab, harus menunggu pengumuman secara resmi APBN KiTa.
“Nanti finalnya mungkin di APBN kita ya. Saya belum bisa menyampaikan angka,” tukasnya. (*)
Editor: Galih Pratama


