Poin Penting
- Tripa melampaui target 2025, dengan pendapatan jasa asuransi Rp1,57 triliun dan laba Rp78,33 miliar
- Asuransi properti dan kredit menjadi kontributor utama kinerja perusahaan sepanjang 2025
- Tripa membidik premi Rp1,7 triliun pada 2026, meski PSAK 117 mulai berlaku.
Jakarta – PT Asuransi Tri Pakarta (Tripa) berhasil menutup tahun buku 2025 dengan kinerja yang melampaui target perusahaan.
Di tengah tantangan industri asuransi nasional, perseroan mencatat pertumbuhan pendapatan sekaligus menjaga profitabilitas, dengan bisnis asuransi properti dan asuransi kredit menjadi kontributor utama laba.
Dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Tahun Buku 2025, Tripa melaporkan pendapatan jasa asuransi mencapai Rp1,57 triliun, naik 9,52 persen dibandingkan tahun sebelumnya dan setara 131,70 persen dari target RKAP 2025.
Sementara itu, hasil jasa asuransi bersih tercatat Rp149,44 miliar atau mencapai 277,74 persen dari target RKAP. Adapun laba setelah pajak mencapai Rp78,33 miliar, atau 112,10 persen dari target yang telah ditetapkan.
Baca juga: Bos TRIPA Nilai Konsolidasi Asuransi BUMN Tak Ganggu Persaingan Industri
Direktur Utama PT Asuransi Tri Pakarta, Koen Yulianto, mengatakan capaian tersebut menunjukkan perusahaan mampu mempertahankan fundamental bisnis meski industri menghadapi berbagai tantangan.
“Tahun 2025 menjadi periode yang penuh tantangan bagi industri asuransi. Di tengah kondisi tersebut, TRIPA tetap mampu menjaga fundamental bisnis dan mencatat kinerja yang melampaui target RKAP pada sejumlah indikator utama,” ujar Koen saat ditemui usai RUPS Asuransi Tri Pakarta di Jakarta, Selasa (30/6).
Menurutnya, kinerja tersebut tidak terlepas dari upaya perusahaan memperkuat tata kelola, meningkatkan efisiensi operasional, serta menerapkan strategi bisnis yang adaptif.
“Capaian ini merupakan hasil dari komitmen perusahaan dalam memperkuat tata kelola perusahaan, meningkatkan efisiensi operasional, serta menjalankan strategi bisnis yang adaptif. Ke depan, kami akan terus memperkuat transformasi perusahaan untuk meningkatkan daya saing dan menciptakan pertumbuhan yang sehat serta berkelanjutan,” katanya.
Tak hanya dari sisi underwriting, pendapatan investasi Tripa juga menunjukkan pertumbuhan positif. Sepanjang 2025, pendapatan investasi mencapai Rp71,75 miliar, atau 127,20 persen dari target RKAP dan tumbuh 13,85 persen secara tahunan. Sementara total aset perusahaan tercatat sebesar Rp4,37 triliun.
Di balik kinerja tersebut, Koen mengungkapkan bahwa bisnis asuransi properti masih menjadi tulang punggung perusahaan sepanjang 2025. Lini usaha ini menyumbang sekitar 40 persen dari total portofolio bisnis Tripa.
“Yang masih dominan di sisi properti nomor satu, kemudian nomor dua adalah asuransi kredit karena captive market kita kan BNI, jadi masih tetap menjadi dominan. Kira-kira 40 persen dipegang oleh properti, sementara asuransi kredit kurang lebih 25 persen, sisanya berasal dari berbagai lini bisnis lainnya,” jelas Koen.
Baca juga: Di Tengah Gejolak Pasar, Investasi Asuransi Umum Masih Tumbuh Positif
Target Kinerja 2026
Memasuki 2026, Tripa memasang target pertumbuhan yang lebih agresif. Perseroan optimistis implementasi PSAK 117 tidak akan menghambat ekspansi bisnis, bahkan menjadi momentum untuk meningkatkan kinerja.
Koen mengatakan perusahaan menargetkan pendapatan premi mencapai Rp1,7 triliun pada tahun ini, meningkat dibanding realisasi tahun lalu yang sekitar Rp1,57 triliun.
“Tahun lalu kita membukukan sekitar Rp1,5 triliun, tahun ini kita berharap bisa mencapai Rp1,7 triliun dengan PSAK 117,” pungkasnya. (*) Alfi Salima Puteri


