Poin Penting
- Danantara menilai saham bank Himbara dan sektor mineral masih menarik dengan potensi yield 10-11 persen.
- CEO Danantara Rosan Roeslani menyebut fundamental perbankan BUMN tetap solid di tengah volatilitas pasar.
- Mayoritas saham bank BUMN terkoreksi sejak awal 2026, kecuali BBTN yang masih menguat.
Jakarta – Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara) menilai reformasi pasar modal yang dilakukan Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Bursa Efek Indonesia (BEI), dan Self-Regulatory Organization (SRO) semakin membuka peluang investasi menarik pada saham bank Himbara dan sektor mineral.
Chief Executive Officer (CEO) BPI Danantara Rosan P. Roeslani mengatakan, peluang investasi di sektor bank Himbara dan mineral diperkirakan masih mampu menghasilkan yield sekitar 10-11 persen.
Menurutnya, potensi tersebut didukung fundamental saham perbankan BUMN yang masih mencatatkan kinerja positif di tengah ketidakpastian pasar saat ini.
“Nah oleh sebab itu kalau kita lihat lagi memang benar baik secara fundamental maupun baik secara pricing dari saham-saham terutama saham BUMN kita yang ada di bursa itu akan membuat yield jangka menengah panjang yang baik, yang above 10-11 persen. Which is menurut kami itu sangat-sangat baik. Nah tentunya kalau kembali lagi kita punya keyakinan bahwa inilah proses untuk kita menjadi lebih baik,” ujar Rosan dalam konferensi pers di Jakarta, Selasa, 19 Mei 2026.
Baca juga: Bos Danantara Ungkap Saham Perbankan RI Masih di Bawah Harga Wajar
Saat ini terdapat lima bank BUMN yang tercatat di BEI dengan valuasi price to book value (PBV) dan price earning ratio (PER) yang beragam.
PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) tercatat memiliki PBV 1,40 kali dengan PER 8,19 kali. PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) memiliki PBV 1,18 kali dan PER 6,85 kali.
Sementara itu, PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI) memiliki PBV 0,80 kali dengan PER 7,07 kali. PT Bank Syariah Indonesia (Persero) Tbk (BRIS) memiliki PBV 1,51 kali dan PER 10,36 kali.
Adapun PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BBTN) tercatat memiliki PBV 0,49 kali dengan PER 5,09 kali.
Mayoritas Saham Bank BUMN Terkoreksi
Meski dinilai menarik secara valuasi, mayoritas saham bank BUMN masih mengalami tekanan sejak awal 2026.
Saham BBRI melemah 16,12 persen, BMRI turun 18,82 persen, BBNI terkoreksi 12,59 persen, dan BRIS melemah 19,73 persen.
Baca juga: Rupiah Tertekan, OJK Tetap Optimistis Kinerja Perbankan Nasional Solid
Sementara itu, saham BBTN menjadi satu-satunya bank BUMN yang masih mencatatkan penguatan sebesar 8,94 persen, dari Rp1.200 per saham menjadi Rp1.285 per saham. Saham tersebut bahkan sempat menyentuh level tertinggi tahun ini di Rp1.490 per saham. (*)
Editor: Yulian Saputra


