Poin Penting
- Metrodata menargetkan pertumbuhan pendapatan 10 persen pada 2026 meski menghadapi tantangan ekonomi global.
- Kenaikan harga chip hingga 20-30 persen dan pelemahan rupiah menjadi tantangan utama perseroan.
- MTDL mengandalkan diversifikasi portofolio, bisnis pendapatan berulang, dan peluang proyek pemerintah untuk mendorong pertumbuhan.
Jakarta – Di tengah perekonomian yang menantang bagi berbagai iklim usaha, PT Metrodata Electronics Tbk (Metrodata Electronics; IDX: MTDL) mempunyai target untuk meningkatkan pendapatan usaha sebesar 10 persen untuk buku tahun 2026.
Direktur Metrodata Electronics, Sur Hang Aiwan tak menampik bahwa MTDL terdampak dari berbagai dinamika perekonomian dalam negeri maupun global. Misalnya, kenaikkan harga chip yang terganggu karena ada gangguan rantai pasok global.
“Kenaikan untuk chipset ini sebetulnya sudah dari akhir tahun 2025. Jadi, sampai hari ini, itu akan naik terus, karena kebutuhan dari Nvidia itu semakin besar. Sehingga, supply untuk chipset yang untuk hardware lainnya, itu memang terdisrupsi,” ujarnya dalam Public Expose MTDL, Selasa, 9 Juni 2026.
Baca juga: RUPST Metrodata Electronics (MTDL) Sepakati Dividen Rp331,48 Miliar, Setara Rp27 per Saham
Perlu diketahui, rantai pasok chip global tengah terganggu karena kebutuhan untuk pengembangan artificial intelligence (AI). Nvidia sendiri menjadi pemasok chip yang menyediakan bahan baku tersebut untuk AI, dan banyak dipesan oleh perusahaan pengembang AI, yang merupakan salah satu penyebab disrupsi ini.
Aiwan menambahkan, bahwa kenaikkan harga chip ini sudah di kisaran 20-30 persen. Fenomena ini diperburuk dengan pelemahan mata uang rupiah, yang meningkatkan harga impor bahan baku.
“Awal tahun ini, kita dihadapkan dengan kenaikan komponen. Lalu bulan-bulan, berikutnya itu (diikuti) dengan kenaikan mata uang asing US Dollar, yang memang cukup membuat harga (chip) ini semakin fluktuatif,” imbuhnya.
Diversifikasi Bisnis jadi Strategi Utama
Semua peristiwa itu mempengaruhi penjualan perusahaan. Meski begitu, MTDL memastikan perusahaan sudah mempersiapkan strategi untuk melewati tahun 2026 yang menantang ini. Untuk mendorong pertumbuhan, MTDL akan memperluas portofolio, memperdalam hubungan dengan pelanggan, serta memperkuat bisnis berbasis pendapatan berulang.
Pada unit bisnis solusi dan konsultasi digital, MTDL akan menata ulang arsitektur solusi dan memperluas kolaborasi dengan prinsipal teknologi alternatif yang lebih efisien. Hal ini salah satunya untuk mengakali situasi rantai pasok chip.
Baca juga: Chatib Basri dan Budi G. Sadikin Dipanggil Istana, Kursi Menkeu Makin Panas
Terakhir, unit bisnis distribusi digital akan memanfaatkan keunggulan portofolio yang dimiliki, termasuk melalui penambahan produk smartphone dan notebook guna menjawab kebutuhan konsumen yang lebih luas.
Andalkan Proyek Pemerintah dan BUMN
MTDL juga akan pengaktifan kembali proyek-proyek strategis pemerintah dan BUMN akan membuka peluang lebih besar untuk menawarkan berbagai solusi teknologi kepada sektor publik maupun korporasi.
Berdasarkan strategi tersebut, Direktur Metrodata Electronics, Randy Kartadinata menegaskan, perseroan akan berusaha untuk menargetkan pertumbuhan pendapatan sebesar 10 persen untuk tahun 2026.
“Kita bisa melihat tren daripada penjualan sendiri dari periode ke periode itu bisa terjadi perubahan tergantung daripada volatilitas yang ada. Namun kami tetap optimis, dan berusaha untuk mencapai target kenaikan pendapatan ini sebesar 10 persen,” tegas Randy. (*) Mohammad Adrianto Sukarso


