Poin Penting
- Bank Mandiri menyambut positif tambahan dana pemerintah Rp70 triliun ke Himbara untuk memperkuat likuiditas
- Tambahan dana Rp70 triliun membuat total penempatan PUN di Himbara mendekati Rp400 triliun
- Dana PUN tersebut diharapkan memberi ruang bagi bank untuk memperluas penyaluran kredit.
Jakarta – Direktur Utama Bank Mandiri Riduan menyambut baik penambahan atau Penempatan Uang Negara (PUN) senilai Rp70 triliun ke himpunan bank milik negara (Himbara).
Riduan menyatakan, tambahan suntikan dana tersebut akan memperkuat likuiditas sekaligus memberikan ruang lebih luas bagi perbankan untuk melakukan ekspansi penyaluran kredit.
“Itu bagus karena bisa menambah likuiditas di perbankan, sehingga bank punya ruang untuk bisa terus melakukan ekspansi pertumbuhan kreditnya. Jadi kita sambut baik,” kata Riduan saat ditemui di Jakarta, Selasa, 11 Agustus 2026.
Baca juga: Adu Kinerja Bank Mandiri, BCA, dan BNI di Semester I 2026, Siapa Jawaranya?
Sebelumnya, Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa mengungkapkan menambah penempatan dana PUN di Himbara dengan total Rp70 triliun.
“Siang ini (Rabu, 5/8/2026), saya inject Rp40 triliun tambahan. Kemudian, minggu depan (Senin, 10/8/2026) saya tambah lagi Rp30 triliun. Jadi kira-kira total di (bank) BUMN itu hampir Rp400 triliun seperti yang saya janjikan dulu,” kata Purbaya saat ditemui di Jakarta, Rabu, 5 Agustus 2026.
Sebagaimana diketahui, pemerintah telah menempatkan dana PUN sebesar Rp200 triliun di perbankan pada September 2025.
Pada Juni 2026 dana tersebut sempat ditarik oleh pemerintah, namun dikembalikan lagi ke perbankan karena likuiditas menjadi ‘kering’.
Baca juga: Bank Mandiri Salurkan KUR Rp21,41 T hingga Semester I 2026, Jangkau 162 Ribu UMKM
Kondisi tersebut membuat pemerintah menambah penempatan dana sebesar Rp100 triliun dengan tenor tiga bulan serta menyediakan tambahan Rp100 triliun yang dapat dimanfaatkan secara fleksibel sesuai kebutuhan likuiditas perbankan.
Dengan tambahan Rp70 triliun yang mulai disalurkan pekan ini, total dana PUN yang ditempatkan di Himbara mendekati Rp400 triliun. (*)
Editor: Galih Pratama


