Poin Penting
- BSI menargetkan 2.000 frekuensi lelang melalui Program GREAT BSI 2026.
- Aset yang ditawarkan mencakup rumah tinggal, tanah kosong, ruko, apartemen dan gudang.
- GREAT BSI 2026 berlangsung pada 9 September hingga 12 Desember 2026.
Jakarta – PT Bank Syariah Indonesia (Persero) Tbk atau BSI menggenjot 2.000 frekuensi lelang melalui Program Gebyar Lelang Serentak (GREAT) BSI 2026. Program ini menjadi bagian dari strategi pemulihan aset dan perbaikan kualitas pembiayaan.
Lewat program tersebut, BSI menawarkan berbagai aset kepada masyarakat melalui mekanisme lelang resmi. Prosesnya melibatkan instansi pemerintah untuk menjaga transparansi dan keamanan transaksi.
Target 2.000 frekuensi lelang menjadi bagian dari pelaksanaan Gebyar Lelang Serentak atau GREAT BSI 2026. Program tersebut berlangsung secara nasional dengan melibatkan tim marketing aset lelang BSI.
Baca juga: BSI Berikan Tabungan Emas sebagai Mahar dalam Program Nikah Massal
SEVP Retail & Consumer Risk BSI Firman Jatnika mengatakan GREAT membuka kesempatan bagi masyarakat. Program ini memberikan akses untuk memperoleh aset melalui proses lelang yang transparan.
“Program ini memberikan kesempatan bagi masyarakat untuk memanfaatkan momen terbaik dalam mendapatkan aset terbaik,” kata Firman dalam keterangannya di Jakarta, dikutip Antara, Senin, 13 September 2026.
Aset yang ditawarkan dalam GREAT BSI 2026 memiliki sejumlah kategori. Jenisnya mencakup rumah tinggal, tanah kosong, ruko, apartemen dan gudang.
Penawaran aset tersebut menjadi bagian dari upaya perseroan melakukan pemulihan aset. BSI menjalankan prosesnya dengan dukungan berbagai pihak yang memiliki kewenangan terkait.
Perseroan melibatkan tim marketing aset lelang yang tersebar di seluruh Indonesia. BSI juga berkoordinasi dengan DJKN Kementerian Keuangan dan KPKNL di berbagai wilayah.
Koordinasi turut dilakukan bersama Kantor Pertanahan serta Kementerian ATR/BPN. Sinergi tersebut diarahkan untuk mendukung kelancaran proses lelang.
BSI Gelar Lelang hingga Desember 2026
GREAT BSI 2026 berlangsung mulai 9 September hingga 12 Desember 2026. Dalam program tersebut, BSI juga menggelar live lelang di sejumlah kota.
Pelaksanaan live lelang mencakup Banda Aceh, Jakarta, Bogor, Batam dan Banten. Lokasi lainnya meliputi Tangerang, Meulaboh dan Bandung Kota.
Pelaksanaan tersebut dilakukan bersama DJKN Kementerian Keuangan dan Kementerian ATR/BPN. Kolaborasi ini mendukung proses lelang sekaligus memberikan kepastian bagi masyarakat.
Di tengah program tersebut, kinerja pembiayaan BSI tetap tumbuh secara solid dan sehat. Kualitas pembiayaan perseroan juga menunjukkan perbaikan hingga Juni 2026.
NPF BSI tercatat sebesar 1,80 persen per Juni 2026. Angka tersebut membaik dari posisi sebelumnya sebesar 1,88 persen.
Baca juga: BSI Salurkan Pembiayaan UMKM Rp55,17 Triliun per Juni 2026
Cara Ikut Lelang Aset BSI
Masyarakat yang berminat mengikuti lelang dapat melalui tiga tahapan utama. Tahapan tersebut dimulai dengan memilih aset yang tersedia pada kanal informasi lelang BSI.
Selanjutnya, calon peserta menghubungi petugas pengelola aset melalui nomor kontak yang tersedia. Peserta kemudian mengikuti lelang objek agunan melalui mekanisme resmi DJKN atau KPKNL.
BSI meminta masyarakat memeriksa informasi lelang melalui kanal resmi perseroan. Masyarakat juga diminta mewaspadai pihak yang mengatasnamakan BSI.
“BSI mengimbau masyarakat untuk memastikan seluruh informasi dan proses lelang dilakukan melalui kanal resmi BSI dan mekanisme lelang DJKN/KPKNL, serta tidak mudah percaya terhadap pihak yang mengatasnamakan BSI,” kata Firman.
Untuk memperluas akses informasi, perseroan memperkuat kolaborasi dengan agen properti. BSI juga menggandeng balai lelang swasta yang telah menjadi rekanan perseroan.
Selain itu, BSI bekerja sama dengan marketplace properti seperti Rumah123. Informasi aset juga disebarkan melalui berbagai kanal digital dan jaringan cabang.
Kanal tersebut mencakup website BSI, BYOND by BSI, ATM BSI dan media sosial perseroan. Informasi juga tersedia melalui media online dan publikasi di jaringan cabang.
Baca juga: Pembiayaan SME BSI Tembus Rp26,86 Triliun, Tumbuh 20 Persen
Melalui GREAT BSI 2026, perseroan menargetkan pemulihan aset terus meningkat. Program ini sekaligus membuka akses masyarakat terhadap aset melalui proses transparan, aman dan kompetitif.
BSI juga berharap sinergi dengan DJKN dan Kementerian ATR/BPN terus berjalan. Program GREAT BSI 2026 diharapkan memberikan dampak positif bagi masyarakat luas. (*)
Editor: Yulian Saputra


