News

Cadangan Devisa Turun Jadi USD107,6 miliar

Cadangan devisa Juli 2015 dianggap mampu mendukung ketahanan sektor eksternal dan menjaga kesinambungan pertumbuhan ekonomi Indonesia. Rezkiana Nisaputra Jakarta--Bank Indonesia (BI) mencatat, posisi cadangan devisa Indonesia hingga akhir Juli 2015 tercatat sebesar USD107,6 miliar, atau menurun jika dibandingkan dengan posisi akhir Juni 2015 yang sebesar USD108 miliar. Direktur Eksekutif Departemen...

2015, Standard Chartered Andalkan Fee Based Income

Kenaikan risiko kredit dan pasar yang menghantui bisnis perbankan pada tahun ini mengharuskan bank menggenjot kinerja fee based income. Paulus Yoga Bandung--Standard Chartered Bank Indonesia mencoba menjaga pertumbuhan pendapatan dengan mengandalkan bisnis berbasis komisi atau biaya (fee based income) pada tahun ini. Chief Financial Officer Standard Chartered Bank Indonesia, Lea...

Cost Push Inflation, Perekonomian Masuk Zona Merah

Tingkat inflasi yang tinggi yang diakibatkan oleh cost push inflation akan menggerus pendapatan dan daya beli masyarakat secara keseluruhan dan signifikan. Agus Herta Sumarto   Jakarta--Pada awal Juni 2015 Kepala Badan Pusat Statistik (BPS), Suryamin, mengumumkan bahwa pada Mei 2015 telah terjadi inflasi sebesar 0,50%. Ini merupakan inflasi bulanan tertinggi...

BI: Pasar Saham, Indikator Outlook Laju Ekonomi

Setelah pengumuman pertumbuhan ekonomi di Kuartal II-2015 yang sebesar 4,67%, pasar saham Indonesia menunjukkan stabil. Rezkiana Nisaputra Jakarta - Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia (DGS-BI), Mirza Adityaswara menilai, pergerakan Indeks Harga Saham (IHSG) akan menjadi salah satu indikator penting untuk mengetahui proyeksi pertumbuhan ekonomi. Menurut dia, paska Badan Pusat Statistik...

BI Koreksi Target Pertumbuhan Kredit 2015 Jadi 11%-13%

Meski pertumbuhan kredit menurun, namun yang paling penting, perbankan harus dapat menjaga rasio kredit bermasalahnya. Rezkiana Nisaputra Jakarta - Bank Indonesia (BI) mengoreksi kembali target pertumbuhan kredit di 2015 menjadi di kisaran 11%-13%, padahal di akhir Kuartal II-2015 bank sentral telah merevisi pertumbuhan kredit menjadi 13%-15%% dari sebelumnya di kisaran...

BI: Realisasi Infrastruktur Bakal Dorong Ekonomi di Semester II

Di tengah perlambatan ekonomi ini diharapkan adanya dorongan stimulus dari pemerintah. Rezkiana Nisaputra Jakarta--Bank Indonesia (BI) menilai pertumbuhan ekonomi nasional akan lebih besar didorong oleh komponen konsumsi pemerintah melalui belanja di proyek infrastruktur di semester II-2015, sehingga pertumbuhan ekonomi di tahun ini bisa di kisaran 5%-5,4%. Pernyataan tersebut disampaikan Deputi...

Pembiayaan BNI Syariah Diprediksi Tak Sampai Target

Pelambatan penyaluran pembiayaan direspon dengan menjaga kualitas pembiayaan. Ria Martati Jakarta--Pertumbuhan ekonomi yang melambat berpengaruh terhadap pencapaian kinerja perbankan. PT Bank BNI Syariah, misalnya, memperkirakan pertumbuhan pembiayaannya tak akan sekencang yang ditargetkan yaitu 24% pada tahun ini. "Kita kan pembiayaan dari Desember ke Juni baru 11% mungkin Desember sekitar 17%,"...

BNI Syariah Siap Kelola Dana BPJS Kesehatan Syariah

Dana yang mengalir di bank syariah diharap meningkatkan pertumbuhan bank syariah. Ria Martati. Jakarta- Rencana BPJS Kesehatan untuk menempatkan dananya di bank syariah disambut baik oleh bank-bank syariah.  Direktur Utama PT BNI Syariah, Tbk Dinno Indiano mengatakan pengelolaan dana peserta BPJS Kesehatan di bank-bank syariah akan membantu pertumbuhan bank syariah....

SMF Optmis Produk EBA-SP Diminati Investor

Produk EBA SP termasuk ke dalam salah satu stimulus dari 35 poin yang diusung OJK dalam rangka pertumbuhan ekonomi nasional. Dwitya Putra Jakarta - PT Sarana Multigriya Finansial (SMF) meyakini instrumen Investasi Efek Beragun Aset Surat Partisipasi (EBA-SP) akan diminati investor menyusul tingginya pertumbuhan volume kredit pemilikan rumah (KPR) di...