Jakarta--Gubernur Bank Indonesia, Agus D.W Martowardojo didampingi jajaran dewan gubernur BI lainnya tengah memberikan keterangan pers hasil Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia di Jakarta, 18 Agustus 2015. Rapat Dewan Gubernur memutuskan untuk menahan suku bunga acuan BI rate di level 7,50%, deposit facility 5,5%, dan lending facility 8%. (Erman Subekti).
News
BPJS Kesehatan Peru Gandeng Orang Kaya Untuk Subsidi Silang
Caranya, dengan memasukkan unsur iuran untuk BPJS dalam pembayaran biaya asuransi swasta. Nantinya, masyarakat bisa memilih asuransi apa yang akan dipakai. Apriyani Kurniasih. Jakarta--Pelayanan dalam impelementasi BPJS Kesehatan perlu dilakukan penyempurnaan. Menurut CORE Indonesia, salah satunya adalah dengan menjalin kerja sama dengan asuransi swasta. Upaya ini dilakukan untuk meningkatkan partisipasi...
BI Akan Serap Ekses Likuiditas Bank
Ekses likuiditas perbankan mencapai Rp240 triliun. Ria Martati. Jakarta- Melimpahnya likuiditas perbankan, dikhawatirkan akan menekan nilai tukar Rupiah. Oleh karena itu, Bank Indonesia (BI) akan melakukan penyerapan melalui instrumen-instrumen yang dimiliki. Ekses likuiditas tersebut terlihat dari penempatan bank di overnight facility BI mencapai Rp240 triliun dan di deposit facility Fasbi...
Dorong BUMN Go Public, Bursa Siap Bentuk Divisi Khusus
Posisi divisi khusus ini akan dibawah langsung Direktur Utama BEI, dan berisi tim khusus untuk deal dengan BUMN. Dwitya Putra Jakarta - Dalam rangka meningkatkan pencatatan saham perusahaan BUMN di Bursa, Direktur Utama Bursa Efek Indonesia (BEI) Tito Sulistio mengaku akan membuat satu divisi yang tugasnya membuat deal dengan perusahaan...
Kuatkan Rupiah, BI Perketat Aturan
BI akan mengubah batas maksimal transaksi valas tanpa underlying. Ria Martati. Jakarta- Dalam rangka menstabilkan nilai tukar Rupiah, Bank Indonesia (BI) akan mengubah ketentuan mengenai batas minimal transaksi valas yang harus menggunakan underlying (jaminan). Jika sebelumnya batas transaksi valas yang harus menggunakan jaminan adalah senilai US$ 100.000 per bulan, maka...
Marak Aksi Jual, IHSG Anjlok Lagi
Seluruh sektoral saham merosot tajam, dengan penurunan terbesar di derita sektor aneka industri sebesar 3,9% dan sektor industri dasar 3,2%. Dwitya Putra Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup anjlok 74.913 poin atau 1,63% ke level 4,510.478 pada perdagangan Selasa, 18 Agustus 2015. Sementara Indeks LQ45 merosot tajam 14.872...
Juli 2015, Depresiasi Rupiah Mencapai 25,46 Poin
Depresiasi terdalam disumbang oleh provinsi Sumsel. Jakarta--Biro Pusat Statistik (BPS) melaporkan, nilai tukar (kurs tengah) rupiah terhadap dolar Amerika pada periode akhir Juni hingga Juli 2015 di 34 provinsi cenderung terdepresiasi. Nilai tukar (kurs tengah) mencapai level terendah akhir Juni 2015 yang mencapai Rp13.345. Memasuki Juli 2015, nilai tukar rupiah...
Maybank Syariah Siapkan Rp230 Miliar Untuk Biayai UMKM
Dalam menyalurkan pembiayaan ke segmen UMKM, Maybank Syariah menggunakan jurus pembiayaan secara executing. Paulus Yoga Jakarta--PT Bank Maybank Syariah Indonesia (Maybank Syariah) mengalokasikan Rp230 miliar untuk pembiayaan dengan pola executing dalam menyasar segmen usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM). "UKM (pembiayaan UMKM) baru buka warung," ucap CEO & Presiden Direktur...
BI Tahan Suku Bunga Acuan 7,5%
Fokus BI dalam jangka pendek adalah menjaga stabilitas nilai tukar di tengah ketidak pastian global dengan mengoptimalkan operasi moneter di pasar Rupiah dan valas. Ria Martati. Jakarta- Bank Indonesia (BI) pada Rapat Dewan Gubernur 18 Agustus 2015 memutuskan untuk menahan suku bunga acuan BI rate di level 7,50%, deposit facility...
Pertumbuhan ekonomi desa melambat, Pemerintah Naikkan Dana Desa
Kenaikan Dana Desa dalam RAPBN 2016 berpotensi mendorong pertumbuhan ekonomi desa hingga 6,5%. Apriyani Kurniasih. Jakarta-- Pertumbuhan ekonomi desa tengah mengalami perlambatan, akibat turunnya harga komoditas di pasar internasional. Pertumbuhan ekonomi desa hingga pertengahan 2015 hanya sekitar 4,8%. Untuk mendorong pertumbuhan ekonomi desa, pemerintah meningkatkan jumlah dana desa pada RAPBN...
