Jakarta–PT Properti Tbk (PPRO) berencana memperluas cadangan lahan atau landbank sebesar 400 hektar pada tahun ini. Penambahan landbank diyakini perseroan akan mendukung bisnis di masa depan.
“Di akhir 2017, PPRO merencanakan landbank akan mencapai sekitar 400 hektar. Dengan cadangan lahan yang besar, kami akan lebih leluasa untuk terus tumbuh meningkatkan kinerja secara berkelanjutan di masa mendatang,” tutur Direktur Utama PP Properti, Taufik Hidayat dalam keterangannya yang diterima redaksi di Jakarta, Rabu, 17 Mei 2017.
Per akhir 2016, cadangan lahan perseroan ada 60 hektar. Dengan target menjadi 400 hektar pada tahun ini, maka luas landbank PPRO tumbuh lebih dari 5 kali lipat. Saat ini, ungkap Taufik, landbank perseroan sudah mencapai 84 hektar, naik 40 persen dibandingkan akhir tahun lalu. Cadangan lahan tersebar di Jabodetabek, Cikarang, Lombok, Surabaya, Semarang, Jawa Barat dan beberapa lokasi lainnya.
Sementara untuk tahun ini, terang Taufik, lonjakan cadangan lahan di antaranya dari lahan Aerocity Kertajati, lahan di Seturan Yogyakarta, Jatinangor Bandung, Telogomas Malang, dll. “Kami utamakan untuk mengembangkan produk apartemen di sekitar kampus,” ucapnya. (Bersambung ke halaman berikutnya)
Menurut Taufik, penambahan landbank didukung oleh pendanaan yang kuat setelah PPRO menggelar rights issue senilai Rp1,5 triliun, di mana 70 persen dari dana tersebut digunakan untuk investasi pengembangan sebesar Rp1 triliun.
Tambahan landbank diharap semakin memudahkan ekspansi untuk menopang pertumbuhan kinerja di masa mendatang. Pada 2016, PPRO membukukan pertumbuhan laba bersih 20 persen menjadi Rp365 miliar. Sementara dari sisi marketing sales mencapai Rp2,49 triliun, tumbuh 25 persen dari tahun 2015.
Pada tahun ini, perseroan menargetkan marketing sales tumbuh 20 persen menjadi Rp2,99 triliun. Sementara laba bersih juga ditargetkan meningkat 20 persen menjadi Rp438 miliar. “Kami akan terus menambah landbank untuk menjadi pengembang nasional yang berdaya saing global,” pungkas Taufik. (*)


