Poin Penting
- BI mencatat temuan uang palsu turun dari 5 ppm pada 2023 menjadi 1 ppm pada April 2026.
- Penurunan uang palsu didorong penguatan pengamanan rupiah dan sinergi BI, Polri, serta Botasupal.
- BI mengimbau masyarakat cek keaslian uang dengan metode 3D dan menerapkan prinsip 5 Jangan.
Jakarta – Bank Indonesia (BI) mencatat jumlah temuan uang rupiah palsu menunjukkan tren menurun di setiap tahunnya hingga April 2026.
Deputi Gubernur BI Ricky P. Gozali merinci, temuan uang rupiah palsu menurun dari 5 ppm (piece per million atau 5 lembar dalam setiap 1 juta uang beredar) pada 2023 menjadi 4 ppm pada 2024-2025, dan terus menurun menjadi 1 ppm pada April 2026.
“Dapat kami sampaikan bahwa berdasarkan data BI, jumlah temuan uang rupiah palsu menunjukkan tren yang menurun, dari 5 ppm pada 2023 menjadi 4 ppm pada 2024-2025, dan menurun menjadi 1 ppm pada April 2026,” kata Ricky dalam Konferensi Pers Pemusnahan Rupiah Palsu Hasil Klarifikasi Bank Indonesia di Jakarta, Rabu, 13 Mei 2026.
Baca juga: BI dan Bareskrim Musnahkan 466.535 Lembar Uang Palsu
Ricky menyatakan capaian tersebut tentunya tidak lepas dari sinergi dan koordinasi yang erat dari berbagai unsur Badan Koordinasi Pemberantasan Rupiah Palsu (Botasupal), serta penguatan kualitas uang rupiah baik bahan uang, teknologi cetak, dan unsur pengaman yang semakin modern, sehingga semakin mudah dikenali dan sulit dipalsukan.
Lebih lanjut, Ricky menyampaikan berdasarkan penelitian BI terhadap temuan uang palsu, kualitas uang palsu yang diproduksi selama ini relatif sangat rendah, dan dapat diidentifikasi dengan mudah oleh masyarakat melalui metode 3D (Dilihat, Diraba, Diterawang).
“Masyarakat berperan semakin vital dalam mencegah peredaran uang rupiah palsu. Untuk itu, kami bersama Botasupal senantiasa menggalakkan kampanye Cinta, Bangga, Paham Rupiah, agar masyarakat semakin paham dalam memastikan keaslian uang Rupiah kertas melalui metode 3D (Dilihat, Diraba, Diterawang),” imbuhnya.
Selain itu, Ricky juga meminta masyarakat untuk senantiasa merawat uang rupiah dengan baik agar tetap mudah dikenali keasliannya. Rawat rupiah dengan menerapkan 5 Jangan, yaitu Jangan Dilipat, Jangan Dicoret, Jangan Distapler, Jangan Diremas, dan Jangan Dibasahi.
Baca juga: Rupiah Babak Belur ke Rp17.500, BI Beberkan Biang Keroknya
Sebagaimana diketahui, BI bersama Polisi Republik Indonesia (Polri) dan Botasupal melakukan pemusnahan 466.535 lembar rupiah palsu pada periode 2025-2026. Secara rinci, terdapat sebanyak 252 laporan dengan tersangka 1.241 orang, barang bukti uang rupiah palsu sebanyak 137.005 lembar, serta barang bukti uang dolar palsu sebanyak 17.267 lembar.
Adapun peningkatan kualitas uang rupiah yang dilakukan telah diakui dunia, tercermin penghargaan Uang Rupiah Tahun Emisi (TE) 2022 sebagai Seri Uang Terbaik (Best New Banknote Series) pada IACA Currency Awards 2023 dan penghargaan untuk Uang Rupiah kertas pecahan Rp50.000 TE 2022 pada bulan November 2024 yang meraih peringkat ke-2 dunia untuk pecahan yang paling aman dan paling sulit dipalsukan di dunia (World’s Most Secure Currencies) dengan 17 unsur pengaman canggih versi BestBrokers. (*)
Editor: Galih Pratama


