Poin Penting
- QRIS antarnegara mencatat surplus transaksi (net inbound) Rp1,52 triliun pada kuartal II 2026.
- BI menilai lonjakan belanja wisatawan asing ikut menggerakkan pariwisata dan UMKM.
- BI memperluas kerja sama pembayaran lintas negara sambil mencatat pertumbuhan transaksi QRIS sebesar 100,12 persen secara tahunan.
Jakarta – QRIS antarnegara mencatat surplus transaksi sebesar Rp1,52 triliun pada kuartal II 2026. Bank Indonesia (BI) menilai capaian itu didorong meningkatnya belanja wisatawan asing yang bertransaksi di Indonesia.
Nilai transaksi inbound tercatat mencapai Rp1,85 triliun. Adapun transaksi outbound sekitar Rp330 miliar.
Selisih kedua transaksi tersebut menghasilkan net inbound Rp1,52 triliun. Kondisi itu mencerminkan penggunaan pembayaran digital lintas negara semakin meningkat.
Baca juga: QRIS Cross Border Melesat 550 Persen, DEN Ungkap Dampaknya bagi Ekonomi ASEAN
QRIS Antarnegara Perkuat Pariwisata dan UMKM
Deputi Gubernur BI Filianingsih Hendarta mengatakan, kinerja positif tersebut menunjukkan sistem QRIS antarnegara semakin memudahkan pembayaran lintas negara.
“Kondisi ini mencerminkan bahwa QRIS antarnegara memang mempermudah transaksi pembayaran lintas negara,” kata Filianingsih dalam konferensi pers hasil Rapat Dewan Gubernur (RDG) BI secara daring, dikutip Antara, Rabu (22/7/2026).
Ia menjelaskan, transaksi inbound berasal dari pengguna luar negeri yang bertransaksi di Indonesia. Sementara outbound dilakukan masyarakat Indonesia saat bertransaksi di luar negeri.
Menurut Filianingsih, lonjakan transaksi itu menandakan semakin banyak wisatawan asing menggunakan sistem pembayaran Indonesia. Dampaknya ikut menggerakkan sektor pariwisata, UMKM, dan aktivitas ekonomi lainnya.
BI Perluas Kerja Sama Pembayaran Lintas Negara
BI tidak berhenti pada capaian tersebut. Bank sentral kini melanjutkan pembahasan kerja sama pembayaran lintas negara dengan India.
Selain itu, diskusi lebih mendalam juga telah dimulai dengan Arab Saudi dan Hong Kong. Implementasi kerja sama bergantung pada kesiapan masing-masing negara.
“Mudah-mudahan ini bisa segera direalisasikan, karena implementasinya tentu harus memperhatikan kesiapan dari masing-masing negara, baik kesiapan regulasi, infrastruktur, industri, maupun koordinasi dengan otoritasnya,” ujar Filianingsih.
Baca juga: Transaksi QRIS Bank Muamalat Melonjak 74,87 Persen di Mei 2026
Transaksi QRIS Melonjak 100,12 Persen
Di luar transaksi lintas negara, BI mencatat transaksi ekonomi dan keuangan digital tetap tumbuh kuat pada kuartal II 2026. Pertumbuhan didukung sistem pembayaran yang aman, lancar, dan andal.
Volume transaksi pembayaran digital melalui aplikasi mobile dan internet mencapai 16,07 miliar transaksi. Angka itu tumbuh 36,88 persen secara tahunan (year on year/yoy).
Volume transaksi internet meningkat 16,88 persen (yoy). Sementara transaksi aplikasi mobile naik 31,39 persen (yoy).
Di saat yang sama, transaksi QRIS tumbuh 100,12 persen (yoy). BI menyebut kenaikan itu didukung bertambahnya jumlah pengguna dan merchant.
Infrastruktur pembayaran juga mencatat pertumbuhan. BI-FAST memproses 1.529 juta transaksi senilai Rp3.777 triliun.
Sementara, BI-RTGS mencatat 2,63 juta transaksi. Nilainya mencapai Rp53.492 triliun pada kuartal II 2026.
Di sisi pengelolaan uang rupiah, uang kartal yang diedarkan mencapai Rp1.315 triliun. Kinerja QRIS yang terus menguat menunjukkan pembayaran digital semakin menopang aktivitas ekonomi nasional. (*)
Editor: Galih Pratama


