Poin Penting
- Menko Bidang Perekonomian Airlangga menilai BI Rate 5,75 persen mendukung pertumbuhan kredit dan sektor riil
- BI mempertahankan suku bunga untuk menjaga stabilitas rupiah dan inflasi
- Hingga Juni 2026, BI mencatat kredit perbankan tumbuh 12,67 persen (yoy).
Jakarta – Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hratarto menilai keputusan Bank Indonesia (BI) untuk mempertahankan suku bunga acuan atau BI Rate di level 5,75 persen akan mendukung pertumbuhan kredit perbankan.
Airlangga menjelaskan, tingkat suku bunga acuan saat ini menjadi faktor penting dalam menjaga momentum pertumbuhan kredit sekaligus mendorong sektor riil bergerak.
“Kita mengapresiasi BI menahan tingkat suku bunga, karena tingkat suku bunga ini penting untuk sektor riil untuk bisa bergerak. Sehingga dalam situasi seperti sekarang, tingkat suku bunga yang dipertahankan itu bisa mendorong pertumbuhan sektor kredit,” kata Airlangga saat ditemui di Jakarta, Rabu, 22 Juli 2026.
Baca juga: BI Tahan Suku Bunga Acuan di Level 5,75 Persen pada Juli 2026
Sebagaimana diketahui, BI memutuskan mempertahankan suku bunga acuan atau BI Rate di level 5,75 persen dalam Rapat Dewan Gubernur (RDG) yang digelar pada 21-22 Juli 2026.
Gubernur BI Perry Warjiyo mengatakan, keputusan mempertahankan BI Rate beserta berbagai kebijakan pendukung merupakan bagian dari bauran kebijakan yang terintegrasi dan konsisten untuk memperkuat stabilitas nilai tukar rupiah di tengah tingginya ketidakpastian global. Langkah tersebut juga diarahkan agar inflasi pada 2026 dan 2027 tetap berada dalam sasaran 2,5±1 persen.
BI turut memperluas kebijakan insentif serta sejumlah langkah lainnya untuk meningkatkan aliran masuk investasi portofolio asing dan menjaga stabilitas nilai tukar rupiah.
Selain itu, kebijakan tersebut juga ditujukan untuk mempercepat pendalaman pasar uang dan pasar valuta asing (PUVA), meningkatkan likuiditas, serta mengurangi segmentasi di pasar uang dan perbankan.
Baca juga: BI Catat Kredit Perbankan Tumbuh 12,67 Persen di Juni 2026
Kemudian, BI mencatat kredit perbankan tumbuh sebesar 12,67 persen secara tahunan (year on year/yoy) pada Juni 2026. Angka ini meningkat dibandingkan bulan sebelumnya yang tumbuh 11,51 persen yoy.
Berdasarkan kelompok penggunaan, perkembangan kredit perbankan ini didukung oleh kredit investasi, kredit modal kerja, dan kredit konsumsi yang pada Juni 2026 masing-masing tumbuh sebesar 24,90 persen yoy, 8,94 persen yoy, dan 5,75 persen yoy. (*)
Editor: Galih Pratama


