BI Catat DPK Valas Bank Capai Rp1.367,2 Triliun per Februari 2026

BI Catat DPK Valas Bank Capai Rp1.367,2 Triliun per Februari 2026

Poin Penting

  • BI mencatat DPK valas Februari 2026 sebesar Rp1.367,2 triliun, relatif stabil dibanding Januari, ditopang seluruh komponen (giro, tabungan, deposito).
  • Secara rinci, giro valas menurun, sementara tabungan dan simpanan berjangka valas meningkat, menunjukkan pergeseran komposisi simpanan.
  • Total DPK perbankan mencapai Rp9.449,1 triliun (tumbuh 9,2 persen yoy), namun melambat dari bulan sebelumnya, dengan pertumbuhan didorong semua segmen nasabah.

Jakarta – Bank Indonesia (BI) mencatat Dana Pihak Ketiga (DPK) valuta asing (valas) perbankan pada Februari 2026 sebesar Rp1.367,2 triliun. Angka ini naik tipis dibandingkan bulan sebelumnya yang sebesar Rp1.374,6 triliun.

Berdasarkan analisis perkembangan uang beredar (M2) edisi Februari 2026, perkembangan valas tersebut didukung oleh seluruh komponen, yakni giro, tabungan, dan simpanan berjangka valas.

Secara rinci, giro valas pada Februari 2026 mencapai Rp746,8 triliun atau naik dibandingkan Januari 2026 yang sebesar Rp759,9 triliun. Selanjutnya, tabungan valas pada Februari tercatat senilai Rp219 triliun, naik dibanding bulan lalu yang sebesar Rp218,6 triliun.

Baca juga: BI Catat DPK Perbankan Februari 2026 Capai Rp9.449 Triliun, Tumbuh 9,2 Persen

Sementara, simpanan berjangka valas pada Februari 2026 tercatat sebesar Rp401,3 triliun, naik dibandingkan Januari 2026 yang sebesar Rp396,1 triliun.

DPK Perbankan Februari 2026

Secara keseluruhan, penghimpunan DPK pada Februari 2026 tercatat sebesar Rp9.449,1 triliun atau tumbuh 9,2 persen (yoy), melanjutkan pertumbuhan pada bulan sebelumnya sebesar 10,8 persen (yoy).

Baca juga: OJK Siapkan Aturan Baru RBB, Dorong Bank Salurkan Kredit ke MBG hingga Kopdes

Perkembangan tersebut didorong oleh seluruh komponennya di antaranya giro, tabungan, dan simpanan berjangka yang tumbuh masing-masing sebesar 17,6 persen (yoy), 7,7 persen (yoy), dan 3,7 persen (yoy), setelah mengalami pertumbuhan pada bulan sebelumnya masing-masing sebesar 19,0 persen (yoy), 8,8 persen (yoy), dan 5,7 persen (yoy).

Sementara berdasarkan golongan nasabah, perkembangan DPK dipengaruhi oleh pertumbuhan DPK korporasi, perorangan, dan nasabah lainnya yang tumbuh masing-masing sebesar 15,9 persen (yoy), 2,4 persen (yoy), dan 7,3 persen (yoy). Ini melambat dibandingkan dengan pertumbuhan pada bulan sebelumnya sebesar 18,2 persen (yoy), 3,2 persen (yoy), dan 9,6 persen (yoy). (*)

Editor: Galih Pratama

Related Posts

News Update

Netizen +62