Poin Penting
- Pemerintah bersama Kemenkeu, BI, dan OJK terus berkoordinasi secara intensif untuk memantau pergerakan rupiah dan menjaga stabilitas ekonomi nasional di tengah pelemahan nilai tukar
- Mensesneg Prasetyo Hadi menegaskan fundamental ekonomi Indonesia masih kuat, tercermin dari pertumbuhan ekonomi yang positif dan inflasi yang tetap terkendali
- Meski rupiah melemah ke Rp18.064 per dolar AS pada perdagangan 5 Juni 2026, pemerintah optimistis stabilitas ekonomi tetap terjaga berkat koordinasi antarotoritas
Jakarta – Pemerintah memastikan terus memantau perkembangan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS), melalui koordinasi intensif antarotoritas ekonomi guna menjaga stabilitas perekonomian nasional.
Langkah tersebut dilakukan secara bersama-sama oleh Kementerian Keuangan (Kemenkeu), Bank Indonesia (BI), dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg), Prasetyo Hadi, menegaskan bahwa pemerintah bersama otoritas terkait terus melakukan pengawasan dan mengambil langkah-langkah yang diperlukan dalam merespons dinamika pergerakan nilai tukar rupiah.
“Berkenaan dengan masalah rupiah, kami pemerintah dalam hal ini Kementerian Keuangan, kemudian Bank Indonesia, kemudian juga Otoritas Jasa Keuangan (OJK) terus berkoordinasi secara intens untuk terus memonitor dan kemudian melakukan langkah-langkah,” ujar Prasetyo, dalam keterangannya, dikutip Jumat, 5 Juni 2026.
Baca juga: Rupiah Tembus Rp18.000 per Dolar AS, Ini Biang Keroknya
Pihaknya pun meminta masyarakat untuk tetap optimistis terhadap kondisi perekonomian Indonesia. Menurutnya, sejumlah indikator utama menunjukkan bahwa fondasi ekonomi nasional berada dalam kondisi yang kuat dan terjaga.
Ia juga menjelaskan bahwa kekuatan fundamental ekonomi Indonesia tercermin dari pertumbuhan ekonomi yang tetap positif serta tingkat inflasi yang terkendali.
Kondisi tersebut menjadi modal penting bagi Indonesia dalam menghadapi berbagai tantangan ekonomi global yang masih berlangsung.
“Tapi yang pasti bisa kami sampaikan bahwa kita harus yakin bahwa sesungguhnya fundamental ekonomi kita yang tergambar dari pertumbuhan ekonomi, kemudian dari inflasi yang masih terjaga,” ucapnya.
Lebih lanjut, dirinya menegaskan bahwa pemerintah meyakini ketahanan ekonomi nasional masih berada pada jalur yang baik.
Baca juga: Purbaya Buka-bukaan Dampak Pelemahan Rupiah terhadap Utang Pemerintah
Dengan koordinasi yang solid antarotoritas ekonomi dan dukungan fundamental yang kuat, pemerintah optimistis stabilitas ekonomi nasional dapat terus terjaga.
“Insyaallah sesungguhnya kita memiliki fundamental ekonomi yang cukup kuat,” tandasnya.
Diketahui, dalam sepekan terakhir, nilai mata uang Garuda terhadap dolar AS menunjukan grafik merah.
Pada Jumat (5/6), nilai tukar rupiah pada perdagangan dibuka melemah 0,08 persen ke level Rp18.064 per dolar AS, dibandingkan penutupan perdagangan kemarin di Rp18.049 per dolar AS. (*)
Editor: Galih Pratama


